16
September
2026
Rabu - : WIB

Puluhan Bangunan di Purworejo Pati Alami Kerusakan, Waspada Fenomena Patithrust?

wartaphoto net
2024/09/08 pada Berita, Nasional, Pati

WARTAPHOTO.net. PATI. Sebanyak 21 bangunan yang terdiri dari rumah dan ruko di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, mengalami kerusakan. Bangunan-bangunan yang terletak di tepi Sungai Silugonggo tersebut dilaporkan mengalami retakan dan beberapa di antaranya miring hingga 40 derajat. Retakan tanah di sekitar area juga terlihat semakin membesar.

Pantauan wartaphoto.net di lokasi terdapat tembok yang retak, pagar rumah yang patah terpisah, ubin yang berantakan terangkat. Ada pula tanah pekarangan yang patah menganga, bahkan tanah di belakang rumah ambles kurang lebih 2 meter. Talut tepi sungai juga terimbas miring.

Kepala Desa Purworejo, Dwi Sumaryono, menjelaskan bahwa kerusakan ini terjadi akibat pergeseran tanah yang berlangsung pada Sabtu (7/9/2024). “Kejadian ini terjadi malam minggu, dan saya sudah melaporkannya kepada Puspika. Pagi tadi, saat kami memantau kembali, pergeseran tanah tersebut semakin dalam,” ungkapnya saat diwawancarai melalui telepon.

Dwi menambahkan bahwa musim kemarau diperkirakan menjadi penyebab utama terjadinya pergeseran tanah. Air Sungai Silugonggo yang surut memicu penurunan tanah di sekitarnya, yang kemudian merusak bangunan-bangunan di bantaran sungai. “Kami telah mengadakan rapat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan,” jelasnya.

Salah satu pemilik ruko yang terdampak, Muniroh (50), menceritakan bahwa keretakan pada rukonya mulai terjadi sekitar pukul 04.00 WIB pada Sabtu pagi. “Awalnya hanya sedikit, tapi semakin lama retakan itu semakin parah. Mulai dari lantai depan, lalu tembok sebelah kanan dan kiri juga ikut retak,” ceritanya.

Muniroh mengaku terkejut melihat kondisi rukonya yang semakin rusak. Ia segera menyelamatkan barang-barangnya setelah mendengar suara retakan yang semakin keras pada pukul 9 hingga 10 pagi. “Temboknya terus berbunyi ‘dak-dak’ saat retak. Saya langsung mengamankan barang-barang,” katanya.

Lebih lanjut, Muniroh menjelaskan bahwa ada tiga bangunan yang mengalami kerusakan paling parah, termasuk rukonya. “Bangunan tersebut sudah miring dan sebagian sudah ambles. Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah,” tutupnya.

Pergeseran tanah ini menambah deretan permasalahan yang dihadapi masyarakat di sekitar Sungai Silugonggo, terutama di tengah musim kemarau yang memicu penurunan air sungai dan menambah potensi kerusakan pada bangunan di sekitarnya.

Fenomena Patithrust
Belum lama ini, sebagaimana dilansir dari laman kompas.com Dosen Teknik Geologi dari Universitas Gadjah Mada, Salahuddin Husein menyebut fenomena ini dinilai sebagai keaktifan dari Patithrust.

Adanya Patithrust diidentifikasi dari berbagai data, seperti data catatan geologi, data kegempaan, dan dari Global Positioning System (GPS) yang diukur dengan satelit. Data yang dianalisis adalah data beberapa gempa merusak dari abad ke-19 hingga Mei 2023.

Dia menjelaskan, sesar tersebut dinamai Pati Thrust karena ada mekanisme anjak atau terdorong naik ke permukaan di daerah perbukitan di Sukolilo, Pati yang dianggap sebagai sebuah sesar. Sesar Naik Pati merupakan sesar aktif yang patut diwaspadai. Sesar ini memiliki magnitudo tertarget mencapai M 6,5 dengan laju pergeseran sesar sebesar 0,1 mm per tahun.

Sesar Pati adalah sesar dengan kelurusan yang panjang, berarah baratdaya-timurlaut. Ciri morfologi lain yang mengindikasikan keberadaan sesar ini adalah sebuah pola kelurusan (lineament) dari selatan Semarang ke arah timurlaut melewati daerah Lasem dan menerus ke Laut Jawa.

Dengan memperhatikan fakta keaktifan Sesar Naik Pati dan catatan sejarah gempa kuat yang pernah terjadi dan maka sepatutnya kita meningkatkan kewaspadaan terkait meningkatnya aktivitas gempa tektonik di kawasan pantai utara Pulau Jawa.

Reporter: Revan

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close