
WARTAPHOTO.net. PATI. – Pengurus Daerah Muhammadiyah Pati mengadakan diskusi publik dengan mengundang tiga pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Pati,Sabtu, (21/09/2024). Meski belum resmi ditetapkan sebagai Pasangan Calon (Paslon) oleh KPU Pati namun ketiganya hampir pasti akan disahkan karena persyaratan telah terpenuhi.
Dalam acara ini, paslon Sudewo-Candra, Budiyono-Novi hadir, sementara calon Bupati Pati Wahyu Indriyanto berhalangan hadir dan mewakilkan Suharyono untuk hadir dalam acara ini.
Meskipun demikian, ia juga mengakui jika diskusi publik itu penting. Maka dari itu, pihaknya meminta Suharyono untuk datang dalam diskusi publik tersebut.
Ketidakhadiran Wahyu Indriyanto karena waktunya berbenturan dengan agenda pengumpulan ribuan warga di Sukolilo, Kayen dan Tlogowungu. Ia pun memohon maaf atas ketidakhadirannya.
”Saya mohon maaf sekali kepada panitia penyenggara diskusi publik tadi pagi karena tidak hadir pada acara tersebut. Bukan bermaksut tidak hadir, tetapi saya ada agenda yang memang tidak bisa saya tinggalkan karena menyangkut orang banyak dan baru selesai sore tadi. Hari ini saya ada acara pagi di Tlogowungu, siang di Sukolilo dan sore di Kayen,” katanya.
Dirinya takut mengecewakan ribuan warga yang telah sabar menantinya. Sementara pandangan dan rencana kebijakan telah tertuang pada visi misi bersama Suharyono. Sehingga keberadaan wakilnya dirasa cukup bisa menjelaskan. Terlebih, mereka akan kembali bertemu pada debat/ diskusi publik/ penyampaian visi misi yang diadakan oleh KPU Pati.
”Karena acara ini adalah acara saya dan saya yang butuh, maka mau tidak mau saya harus datang pribadi di lapangan supaya teman-teman di lapangan tidak kecewa,” ujar dia.
Disebutkannya pula, ketiga acara ini tidak bisa diundur karena sudah dijadwalkan jauh-jauh hari, sehingga terpaksa dibagi. “Saya yang ketemu warga, Pak Suharyono yang hadir di diskusi publik,” tandas calon Bupati yang berdomisili di Juwana Pati ini.
Menyikapi ketidakhadiran calon Bupati Pati Wahyu Indriyanto dalam acara diskusi publik tersebut, ketua PDM Pati, M. Luqman tidak merasa kecewa. Baginya menentukan pilih hadir dan tidak hadir, itu hak prerogratif masing-masing paslon.
“Kami tidak merasa kecewa. Untuk tentukan pilih hadir dan tidak hadir, itu hak prerogratif masing-masing paslon,” terang Luqman di hadapan media.
Ketua Muhammadiyah Pati juga menyampaikan bahwa terselenggaranya acara diskusi publik ini dikandung maksud untuk terciptanya demokrasi dan Pilkada Pati yang bermartabat.
Reporter: Revan
Editor: A.Muhammad