
WARTAPHOTO.NET. PATI – Masyarakat adat Sedulur Sikep di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, diberi sosialisasi terkait Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Senin (4/11/2024) malam.
Tokoh Masyarakat Sedulur Sikep Pati, Gunretno berharap, kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan dan pemahaman secara utuh mengenai proses pemilihan gubernur.
“Memang dalam proses hari pemilihan itu kan dulur-dulur meluangkan waktu untuk menentukan pemimpin lima tahun ke depan. Semoga tidak seperti yang dahulu-dahulu, janji-janji, setelah jadi dilupakan. Semoga pemimpin yang nanti terpilih benar-benar serius memikirkan rakyat Sedulur Sikep yang mayoritas bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup,” kata dia.
Menurut Gunretno, permasalahan pertanian di Kabupaten Pati tergolong serius. Utamanya soal kebencanaan. Maka dengan itu, pihaknya berharap Gubernur yang terpilih nantinya pro terhadap lingkungan.
“Masalah bencana ini dampak kerusakan lingkungan, terutama di hulu Pegunungan Kendeng yang ada ancaman berdirinya pabrik semen serta penciutan lahan produktif dengan penetapan kawasan industri. (Kondisi ini) tidak nyambung dengan program Pak Prabowo yang memprioritaskan mencukupi kebutuhan pangan, kedaulatan pangan,” jelas dia.
Ia pun mendorong para calon gubernur agar melestarikan Pegunungan Kendeng sebagai tempat mewujudkan kedaulatan pangan.
“Jawa ini padat penduduk, mestinya kebutuhan pangan lebih besar dari yang lain, tapi lahan pertaniannya ciut. Maka lahan yang sudah rusak harus dipikirkan bagaimana agar produktif lagi. Ancaman bencana harus dicari masalahnya di mana,” ucap dia.
Gunretno menegaskan, bahwa pertanian adalah urat nadi kehidupan warga Sedulur Sikep. Oleh sebab itulah pihaknya berharap besar pada pemimpin yang nantinya terpilih untuk benar-benar memikirkan pelestarian lahan pertanian.
Sementara itu Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Kadiv Sosdiklihparmas) KPU Jateng, Akmaliyah mengungkapkan, dalam melakukan sosialisasi, pihaknya memang berupaya menggandeng sebanyak mungkin komunitas masyarakat.
“Kami punya program fasilitasi sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa, organisasi agama, dan komunitas. Dalam hal ini masyarakat adat juga harus kami gandeng untuk menyukseskan Pilkada,” ungkap dia.
Ia menjelaskan, pertimbangan KPU Jateng menggandeng masyarakat adat Sedulur Sikep di Sukolilo Pati adalah untuk menjangkau sebanyak mungkin kelompok masyarakat.
“Tujuannya agar mereka mengetahui tentang tahapan Pilkada, siapa Paslonnya, bagaimana nanti cara memilih di TPS,” tandas dia.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen
Foto : Istimewa