
WARTAPHOTO.NET. SUKOLILO – Seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap Negeri 1 Kuwawur, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, berhasil membuat aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran Bahasa Jawa.
Guru itu adalah Widi Arfianto. Ia menciptakan aplikasi yang diberi nama LANCAAR Jawa Jilid 1, merupakan akronim dari Latihan Membaca Aksara Jawa Jilid 1.
Ia berkolaborasi dengan tim inovasi sekolah SMP Satu Atap Negeri 1 Kuwawur untuk mencipatan inovasi tersebut. Bahkan, inovasi itu masuk dalam nominasi Indeks Inovasi Daerah dan Innovative Government Award (IGA).
Widi menjelaskan, aplikasi itu mengadopsi metode membaca dari kitab Qiro’ati. Di mana seorang anak tidak perlu menghafal huruf hijaiyah secara berurutan, melainkan membacanya secara acak dan selalu ditingkatkan ketepatan dan kecepatan bacaannya.
“Begitu juga dengan aplikasi LANCAAR Jawa jilid 1, di mana seorang murid tidak perlu menghafal 20 aksara jawa dasar dengan berurutan akan tetapi dapat berlatih membacanya secara acak dan selalu ditingkatkan ketepatan dan kecepatan bacaannya,” kata dia, (6/11/2024).
ia menuturkan, media pembelajaran tersebut disajikan dalam bentuk aplikasi yang dapat diinstall pada android. Aplikasi ini memuat 20 aksara jawa dasar yang dapat dipelajari oleh siswa dengan pendampingan guru ketika di sekolah, dan dapat juga dipelajari secara mandiri di rumah.
“Aplikasi LANCAAR Jawa jilid 1 ini juga dapat digunakan oleh masyarakat pada umumnya yang ingin mempelajari aksara Jawa pada tingkat paling dasar,” tutur dia.
Widi menceritakan, pada awalnya dirinya membuat aplikasi itu karena melihat permasalahan kurangnya minat belajar siswa pada materi aksara Jawa. Namun, setelah dibuat dalam bentuk aplikasi itu, para murid merasa lebih suka.
“Murid-murid sangat terlihat antusias dalam menggunakan aplikasi tersebut sebagai media pembelajaran yang mereka gunakan. Bahkan mereka lebih percaya diri ketika menjawab pertanyaan mengenai materi aksara Jawa secara klasikal,” ucap dia.
Ia berharap, melalui aplikasi tersebut, generasi muda khususnya para siswa lebih mencintai bahasa Jawa.
“Ini menjadi salah satu upaya kami dalam ikut nguri-uri kebudayaan Jawa yang luhur,” tandas dia.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen
Foto : Istimewa