16
September
2026
Rabu - : WIB

Kadus Tapen Tawangharjo Wedarijaksa Terpilih Diduga Mendapat Intimidasi untuk Mundur, Warga Geram hingga Geruduk Balai Desa

wartaphoto
2024/11/07 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. WEDARIJAKSA – Ribuan warga Dukuh Tapen, Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, menggeler aksi demo di balai desa setempat, Kamis (7/11/2024) pagi. Aksi ini dilakukan lantaran warga marah sebab Kepala Dusun (Kadus) Tapen terpilih yakni Selamet Riyadi, diduga diintimidasi untuk mundur.

Salah satu warga Tapen, Wakhid mengatakan, warga desanya marah karena Selamet mendapatkan intimidasi untuk mundur setelah terpilih menjadi Kadus Tapen. Bahkan, dirinya bersama warga lainnya akan melalukan aksi yang lebih besar lagi jika Selamet tidak dilantik jadi Kadusnya.

“Kami warga Tapen ke sini untuk mendampingi Selamet Riyadi supaya bisa menjadi kepala dusun Tapen. Kita dampingi sampai dilantik PJ Bupati Pati,” kata dia.

“Tapi kalau mas Selamet tidak dilantik menjadi Kadus Dukuh Tapen, kita warga Tapen siap mengawal dan mengeluarkan masa seluruh warga Dukuh Tapen,” lanjut dia.

Untuk diketahui, Selamet mendapatkan poin tertinggi dari dua calon lainnya dalam pengisian Kadus Tapen. Hasil ini telah diumumkan di balai desa setempat pada Senin (4/112024), setelah dilakukannya tes LJK di UTC Semarang, Jumat (1/11/2024) lalu.

“Kebetulan dari segi skor, saya dibawahnya Mbak Agustina. Akan tetapi saya memiliki nilai pengabdian sejumlah 30 dan 40-an sehingga menjadi 70-an. Sedangkan yang lainnya tidak ada 70. Otomatis saya yang pertama,” ucap Selamet.

Namun, ia mengaku mendapatkan intimidasi dan percobaan penyuapan dari kades dan Camat, pada Selasa (5/11/2024). Dirinya diminta agar mengundurkan diri dengan iming-iming imbalan Rp 200 juta.

“Tempatnya di Punden Singopadu (Desa Ngurenrejo) disaksikan para petinggi, di sana juga dihadiri Camat juga. Di makam tersebut yang menjadi penengah petinggi Suwaduk, yang mana beliau mengutarakan bahwa ada dua opsi. Pertama lanjut sebagai Kadus Tapen Tawangharjo, opsi kedua mundur sebagai Kadus, sebagai gantinya pemilihan perangkat Kasi Pelayanan itu direkomendasikan sama Pak Inggi dan sebagai imbalannya mendapatkan uang Rp 200 juta,” jelas dia.

Setelah pertemuan itu, Selamet berkomunikasi dengan kerabatnya. Ia pun kemudian memutuskan untuk berjuang bersama warga Tapen yang mendukungnya menjadi Kadus.

“Menyikapi hari ini saya tidak menyangka sama sekali. Tidak menyangka bisa sebesar dan seheboh ini. Alhamdulillah saya orangnya tulus, kalau memang seperti itu saya siap untuk menjadi Kadus karena dorongan dari masyarakat Tapen yang begitu besar kepada saya,”  pungkasnya.

Sementara itu, Kades Tawangharjo, Sudarmono mengucapkan permintaan maaf kepada warganya.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas apa yang menjadi ketidak kenyamanan panjenengan. Jadi memang ini semuanya memang ada kata maaf dari saya. Saya maaf hari ini panjenengan kurang ada pemikiran yang baik,” kata dia.

Sebelumnya, ratusan warga Dukuh Tapen telah menggeruduk rumah Sudarmono, Rabu (6/11/24) malam. Namun, Kades Tawangharjo tersebut tidak diketahui keberadaannya.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close