17
September
2026
Kamis - : WIB

Malam Nisfu Sya’ban: Keutamaan, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan

wartaphoto net
2025/02/12 pada Berita, Nasional, Religi

WARTAPHOTO.net. NASIONAL. Pada Kamis (13/2/2025) malam, umat Islam akan memperingati malam Nisfu Sya’ban, salah satu malam yang penting bagi umat Islam.

Malam Nisfu Sya’ban, yang jatuh pada tanggal 15 Sya’ban dalam kalender Hijriyah, merupakan salah satu malam istimewa bagi umat Islam. Pada malam ini, banyak umat Muslim yang memperbanyak ibadah dengan harapan mendapatkan berkah dan ampunan dari Allah SWT.

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Bulan Sya’ban memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW sering memperbanyak puasa dan ibadah lainnya pada bulan ini.

Terkait dengan malam Nishfu Sya’ban, Rasulullah saw bersabda:

يطلع الله عز وجل على خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

Artinya: “Allah ‘azza wa jalla melihat (amalan) hamba-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Ia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR At-Thabrani).

Hadits ini diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir. Mengenai status hadits ini, Al-Haitsami menyatakan bahwa hadits ini shahih dan terdapat dalam dua karya At-Thabrani. Jalur periwayatannya diisi oleh perawi yang kredibel (tsiqah).

Selain itu, pada malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT memperhatikan makhluk-Nya dan mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang kafir dan orang yang bermusuhan.

Sejarah Peringatan Malam Nisfu Sya’ban

Tradisi memperingati malam Nisfu Sya’ban dimulai oleh beberapa ulama Tabi’in di daerah Syam, seperti Khalid bin Ma’dan dan Makhul, yang bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam tersebut. Dari merekalah, orang-orang kemudian ikut mengagungkan malam Nisfu Sya’ban. Namun, peringatan ini tidak ada pada zaman Rasulullah SAW dan para sahabat, melainkan baru muncul pada masa Tabi’in.

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Sya’ban

Pada malam Nisfu Sya’ban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti:

  1. Shalat Malam (Qiyamul Lail): Menghidupkan malam dengan shalat sunnah.
  2. Membaca Al-Qur’an: Memperbanyak tilawah Al-Qur’an.
  3. Berdoa dan Berzikir: Memohon ampunan dan keberkahan kepada Allah SWT.
  4. Puasa Sunnah: Berpuasa pada siang harinya juga dianjurkan.

Di beberapa tradisi, umat Islam membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dan dilanjutkan dengan doa. Meskipun sebagian hadits tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban dianggap dhaif, mayoritas ulama membolehkan pengamalan hadits dhaif untuk fadhail a’mal (keutamaan amalan).

Dengan memahami keutamaan dan sejarah malam Nisfu Sya’ban, diharapkan umat Islam dapat memanfaatkannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amalan yang dianjurkan.

Wartaphoto.net.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close