
WARTAPHOTO.net. BLORA — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hj. Sri Wulan, S.E., M.M., menggelar kegiatan serap aspirasi masyarakat (Asmas). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 22 April 2025, pukul 13.15 – 17.30 WIB, bertempat di Balai Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.
Mengusung tema “Penguatan Demokrasi Substansial Berdasarkan Pancasila”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendengarkan langsung keluhan, harapan, serta masukan masyarakat, khususnya terkait program-program di lingkup Komisi VIII DPR RI, yang membidangi urusan agama, sosial, kebencanaan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak—isu-isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Hadir sebagai narasumber ahli, DR. M.A. Irfan Rahmana, SE., M.M., yang menekankan pentingnya demokrasi yang tidak berhenti pada prosedur, tetapi menyentuh substansi kehidupan rakyat. “Demokrasi substansial adalah demokrasi yang berakar pada nilai-nilai Pancasila. Ini artinya, kebijakan publik harus menempatkan rakyat sebagai subjek, bukan sekadar objek pembangunan. Partisipasi aktif masyarakat adalah ruh dari demokrasi yang sejati,” tegasnya.
Sebanyak 150 peserta dari berbagai latar belakang masyarakat umum mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Dalam dialog yang berlangsung terbuka dan konstruktif, berbagai isu mengemuka, mulai dari penguatan lembaga sosial, bantuan untuk korban bencana, peningkatan kesejahteraan penyuluh agama, hingga perlindungan anak dan perempuan. Warga juga menyampaikan harapan agar bantuan sosial yang digulirkan pemerintah bisa lebih merata dan tepat sasaran.
Menanggapi hal tersebut, Hj. Sri Wulan menegaskan komitmennya untuk membawa setiap masukan tersebut ke meja pembahasan Komisi VIII DPR RI. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar implementasi program sosial dapat berjalan optimal.
“Saya pastikan setiap aspirasi yang disampaikan akan kami tindak lanjuti. Kita ingin kebijakan yang dilahirkan di pusat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. Ini adalah esensi dari demokrasi yang partisipatif,” tegas politikus muda asal Partai NasDem ini.
Hj. Sri Wulan juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyuarakan aspirasi mereka melalui berbagai jalur, baik langsung maupun melalui forum-forum komunitas. “DPR bukan menara gading. Kami adalah perpanjangan tangan rakyat. Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa mendorong program-program kemanusiaan, keagamaan, dan perlindungan sosial yang lebih berpihak kepada rakyat kecil,” pungkasnya.
Kegiatan serap aspirasi ini turut dihadiri oleh tokoh agama, pemuda, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari organisasi sosial. Masyarakat pun menyambut baik kehadiran Hj. Sri Wulan yang dinilai aktif menjembatani suara rakyat dengan kebijakan negara.
Dengan terus hadir di tengah rakyat, Hj. Sri Wulan membuktikan bahwa wakil rakyat bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk memperjuangkan kepentingan bersama secara nyata dan bertanggung jawab.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad