17
September
2026
Kamis - : WIB

Pemkab Pati Batalkan Kenaikan PBB-P2, Warga yang Terlanjur Bayar Pajak Uang Sisanya Bakal Dikembalikan

wartaphoto
2025/08/08 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati membatalkan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Semula, Pemkab Pati menaikkan pajak hingga 250 persen.

Pernyataan pembatalan itu disampaikan Bupati Pati Sudewo, didampingi oleh Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto, dan Kepala Kejaksaan Negeri Pati Sigid J. Pribadi, di Pendopo Kabupaten, Jumat (8/8/2025) pagi.

“Mencermati perkembangan situasi dan kondisi juga mengakomodir aspirasi yang berkembang, saya memutuskan kebijakan kenaikan PBB-P2 saya batalkan. Ini untuk menciptakan situasi aman dan kondusif dan dalam rangka memperlancar perekonomian dan pembangunan Kabupaten Pati,” kata Sudewo.

Ia menejelaskan bahwa tarif PBB-P2 akan dikembalikan seperti semula, yaitu sebagaimana tahun 2024.

Sementara bagi masyarakat yang terlanjur membayar pajak, lanjut Sudewo, maka pemerintah bakal mengembalikan kelebihannya.

“Bagi yang sudah terlanjur membayar maka uang sisanya itu akan dikembalikan oleh pemerintah yang akan diatur teknisnya oleh BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) dan oleh kepala desa,” jelas Sudewo.

Ia juga menegaskan bakal tetap konsisten dalam membangun Kabupaten Pati. Serta, tetap melayani masyarakat Kabupaten Pati secara maksimal.

“Jadi ini murni dalam rangka menciptakan situasi dan kondisi dan juga tidak ada perubahan sikap dari saya yang tetap tulus iklas untuk rakyat Kabupaten Pati. Semuanya tidak ada yang saya bedakan,” tegas dia.

Sebagaimana diketahui, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu bakal menggelar aksi demo pada 13 Agustus nanti untuk menolak kabijakan bupati yang sebelumnya telah menaikkan tarif pajak.

Para inisiator unjuk rasa juga membuka posko donasi sejak tanggal 1 hingga 12 Agustus di depan kantor bupati sisi luar pagar sebelah barat.

Mereka menggalang donasi berupa air mineral, makanan ringan, hingga telur busuk. Adanya galang donasi ini sebagai tanda bahwa gerakan murni diinisiasi oleh masyarakat bawah tanpa ada campur tangan pihak manapun.

Dari pantauan di lokasi, pada Jumat (8/8/2025) siang, masyarakat masih berdatangan untuk memberikan donasi berupa air mineral hingga makanan ringan. Bahkan, jumlah air mineral telah mencapai ribuan dus.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close