
WARTAPHOTO.net. JUWANA – Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pati Anti-Premanisme (KOMPRES) menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Juwana, Senin (13/10/2025) siang.
Dalam aksinya, peserta membawa berbagai poster dan perlengkapan suara (sound system). Mereka juga membentangkan poster bergambar Bupati Pati Sudewo berukuran besar di sekitar Tugu Bandeng sisi timur alun-alun. Poster berukuran 2×3 meter itu kemudian dicoret dengan cat semprot bertuliskan “Diktator serta Buronan Rakyat.”
Koordinator Lapangan Solidaritas Pati Timur Cinta Damai, Ali Ahmadi, menyampaikan bahwa aksi damai kali ini membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya, meminta Kapolresta Pati segera menangkap pelaku dan menuntaskan kasus pengeroyokan serta pembakaran rumah milik pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Teguh Istiyanto.
Sebagai simbol perdamaian, perwakilan massa aksi juga membagikan puluhan bunga mawar merah kepada jurnalis, aparat, dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Pantura Juwana.
“Aksi damai kita melalui bunga mawar ini. Ini menunjukkan bahwa mawar itu harum, seperti Pati yang akan harum nantinya,” ujar Ali Ahmadi.
Ia menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap praktik premanisme di Kabupaten Pati. Pihaknya berharap kepemimpinan daerah diisi sosok yang mengayomi semua lapisan masyarakat.
“Tentu kami ingin punya bupati yang mengayomi seluruh masyarakat, bukan yang memecah belah. Itu poinnya, Mas,” tegasnya.
Menanggapi aksi tersebut, Camat Juwana Sunaryo menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas rasa aman dan perlindungan dari negara.
“Saya sepakat. Tadi kami juga menemui massa dalam rangka menciptakan situasi kondusif dan damai agar perekonomian Juwana bisa meningkat. Harapannya, kondisi masyarakat tetap aman dan tenang sehingga warga dapat bekerja, berkarya, dan anak-anak bisa bersekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Juwana AKP Mudofar memastikan bahwa para pelaku pengeroyokan terhadap pentolan AMPB telah ditangkap dan tengah diproses di Polda Jawa Tengah.
“Proses hukum masih berjalan di tingkat Polda. Penyidikannya terus dilakukan hingga tuntas,” tegasnya.
AKP Mudofar menambahkan, satu tersangka telah ditahan di Polda Jawa Tengah. Polisi kini masih mengembangkan penyidikan guna mengungkap dan menangkap pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi kekerasan di Kabupaten Pati.
Reporter: Anwarudin
Editor: Revan Zaen