
WARTAPHOTO.NET. PATI – Datangnya musim penghujan ternyata tidak hanya membawa kesejukan, tetapi juga rezeki melimpah bagi para pedagang alat pancing di Kabupaten Pati. Salah satunya dialami oleh Toko Sandi Pancing yang berlokasi di Dosoman, Kelurahan Pati Wetan. Sejak puncak musim hujan tiba, toko ini diserbu pembeli.
Pemilik toko, Mundarti Sagita, mengungkapkan bahwa kenaikan penjualan yang signifikan terjadi sejak Desember 2025 hingga Februari 2026. Hal ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang menciptakan banyak “spot” mancing baru, terutama akibat luapan air di area persawahan dan sungai.
”Musim hujan ini kenaikan omzet hampir dua kali lipat dibanding hari biasa. Apalagi kalau ada banjir, banyak kolam ikan yang lepas ke sungai atau sawah. Area seperti Dengkek dan Mustokoharjo jadi ramai pemancing karena airnya melimpah,” ujar Mundarti, Senin (16/2/2026).
Toko yang dikenal lengkap ini melayani pembelian secara grosir maupun eceran. Dalam sehari, ratusan unit peralatan pancing ludes terjual.
”Sehari bisa keluar 100 sampai 200 pcs produk, mulai dari mata kail, joran tegek, senar, hingga stopper. Kadang satu nota grosir saja bisa mencakup 150 unit lebih,” imbuhnya.
Mundarti menjelaskan bahwa pola pembelian biasanya mencapai puncak pada hari Jumat dan Sabtu sebagai persiapan masyarakat untuk memancing di hari Minggu. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, mulai dari set pancing seharga Rp5.000 hingga umpan siap pakai di kisaran Rp15.000-Rp18.000.
Omzet Fantastis di Puncak Musim Hujan
Lonjakan peminat mancing ini berdampak langsung pada pendapatan toko. Mundarti membeberkan angka yang cukup fantastis untuk bisnis yang ia rintis dari nol tersebut.
”Januari kemarin saat puncak hujan dan banjir, omzet kotor mencapai Rp160 juta hingga Rp180 juta. Kalau musim kemarau biasanya mentok di angka Rp80 juta sampai Rp100 juta,” ungkapnya.
Keunggulan Toko Sandi Pancing terletak pada sistem display yang luas, di mana pembeli bisa memilih sendiri umpan (pelet), serok, hingga rajut ikan seperti di supermarket. Hal ini membuat pelanggan dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati rela datang jauh-jauh untuk melengkapi peralatan mereka.
Kesuksesan ini tidak diraih dalam semalam. Mundarti menceritakan bahwa usahanya dimulai sejak tahun 2009 dari sebuah kios kecil dengan omzet harian hanya Rp200 ribu. Berkat ketekunan selama belasan tahun, kini usahanya telah berkembang pesat.
Toko ini buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WIB. Meski sadar bahwa bisnis ini bersifat musiman, ia berharap usahanya tetap stabil.
”Berjualan alat pancing itu menyenangkan. Sukanya banyak, dukanya paling kalau lagi capek saja karena ramai terus. Kami bersyukur, kuncinya memang harus ditekuni karena ini benar-benar bertahap dari bawah,” pungkas dia.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad.