
WARTAPHOTO.NET. PATI – Perum Bulog Kantor Cabang Pati memastikan ketersediaan stok pangan untuk wilayah kerjanya, yaitu Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang, dan Blora.
Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 67.225 ton yang tersebar di berbagai gudang. Jumlah ini diklaim mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tujuh bulan ke depan.
Bahkan, stok beras, minyak goreng, hingga gula masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Dengan demikian, pemimpin Perum Bulog Cabang Pati, Meitha Nova Riany meminta agar masyarakat tidak merasa khawatir terjadinya kelangkaan bahan pokok menjelang hari raya Idulfitri.
“Bahkan stok minyak goreng Minyakita juga aman dengan jumlah lebih dari 550 ton,” kata dia, Senin (9/3/2026).
Setiap bulannya, Bulog menerima kiriman 300.000 liter Minyakita untuk memenuhi kebutuhan pasar. Sementara untuk gula pasir, stok saat ini tersedia sebanyak 2.700 ton yang diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan tiga bulan mendatang, sembari menunggu masa giling di pabrik gula GMM Blora.
Meitha juga memaparkan sebaran stok beras di wilayah Eks Karesidenan Pati, yakni Pati 26.000 ton, Jepara 15.000 ton, Blora 8.500 ton, Rembang 8.000 ton, dan Kudus 2.100 ton.
Terkait harga Minyakita yang terkadang masih tinggi di pasaran, Meitha menjelaskan bahwa Bulog hanya menguasai 35 persen pasokan, sedangkan 65 peraen sisanya dikelola oleh distributor.
Menurut dia harga di kios-kios yang dipasok langsung oleh Bulog tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) maksimal Rp 15.700 per liter.
Sebagai langkah untuk menekan inflasi, Bulog akan segera menyalurkan Bantuan Pangan (Banpang) untuk alokasi bulan Februari dan Maret secara sekaligus.
Sebanyak 674.104 Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima masing-masing 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Kabupaten Pati tercatat sebagai penerima terbanyak dengan 183.385 PBP.
Meitha berharap, masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying).
“Bulog itu barangnya cukup. Jadi enggak usah panik karena kalau panik akan berdampak pada inflasi,” tandas dia.
(*/wartaphoto).