
WARTAPHOTO.NET. PATI – Dugaan kasus tindakan asusila yang terjadi di salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Kecamatan Tlogowungu memantik reaksi keras dari jajaran legislatif. Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, meminta pihak berwajib dan pemerintah daerah bertindak cepat serta transparan.
Kastomo menegaskan bahwa marwah pondok pesantren harus tetap dijaga sebagai institusi pembentuk karakter akhlakul karimah dan pencetak ilmuwan agama. Menurutnya, kasus ini tidak boleh mencoreng citra Pati sebagai “Kota Santri” yang dikenal aman dan nyaman untuk menimba ilmu.
Secara tegas, Kastomo meminta aparat penegak hukum untuk segera menangkap dan mengadili oknum kiai yang diduga terlibat. Ia menyayangkan jika permasalahan ini dibiarkan berlarut-larut.
”Segera tangkap dan adili oknum tersebut. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut. Kasus ini kabarnya sudah lama terjadi. Sekarang saatnya menangani dengan cepat,” tegas Kastomo kepada Wartaphoto, Selasa (5/5/2026).
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menunjukkan keseriusan dalam mendampingi para korban.
“Saya meminta pemerintah daerah serius menangani, menyelesaikan, dan yang paling penting adalah mendampingi korban secara psikologis,” tambah dia.
Sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang, Kastomo mendukung penuh langkah tegas berupa pencabutan izin operasional lembaga terkait jika terbukti melakukan pelanggaran.
”Saya mendukung pencabutan izin operasional. Untuk para santri atau anak didik, mereka harus segera diarahkan pendidikannya ke lembaga lain. Ini krusial untuk menghindari trauma psikis yang mendalam bagi mereka,” kata dia.
Kastomo mengajak seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mengawal masalah ini hingga tuntas. Tujuannya agar ekosistem pendidikan agama di Kabupaten Pati kembali bersih dan terpercaya.
”Pati adalah Kota Santri. Kita punya tanggung jawab moral untuk memastikan tempat menuntut ilmu agama adalah tempat yang paling aman. Semua pihak harus bersinergi agar kasus seperti ini tidak pernah terjadi lagi di bumi Mina Tani,” pungkasnya.
Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad.