
WARTAPHOTO.NET. PATI – Di era serba streaming dan download, kaset Video Compact Disc (VCD) dan Digital Video Disc (DVD) mungkin sudah dianggap barang langka. Tapi di Pasar Sleko Pati, suaranya masih terdengar setiap hari.
Setiap pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, sebuah mobil pick up mangkal di seberang Terminal Kembangjoyo. Di bak belakangnya tersusun rapi ratusan kaset VCD-DVD berisi lagu dan film, dari yang terbaru hingga lawas. Penjaganya adalah Karjan, warga Desa Dengkek, Kecamatan Pati, yang akrab disapa Pak Jan.
“Saya Pak Jan, jualan kaset VCD-DVD sejak 1992 sampai sekarang,” ujarnya.
Pak Jan sudah berjualan sejak era tape recorder masih berjaya. Dulu, satu kaset ia jual Rp5.000. Kini harganya naik menjadi Rp15.000 per item. Meski harga berubah, dagangannya tetap punya pasar sendiri.
Kemajuan internet dan aplikasi musik memang jadi tantangan besar. Banyak orang memilih mengunduh lagu atau menonton film secara online. Tapi Pak Jan melihat celah, sebab masih banyak pemilik mobil yang belum pakai head unit modern dan masih mengandalkan kaset untuk memutar lagu.
“Masih ada peminatnya, khususnya buat yang punya mobil-mobil lama. Mereka lebih suka putar VCD-DVD,” katanya.
Agar tak tertelan zaman, Pak Jan juga beradaptasi. Ia kini menerima jasa pengisian lagu ke flashdisk sesuai permintaan pembeli. Jadi, pelanggan yang sudah tak punya pemutar VCD-DVD tetap bisa beli lagu darinya.
“Saya menjual kaset sejak era tape recorder. Untuk menyesuaikan era digital, ya menerima pengisian lagu melalui flashdisk juga,” ujarnya.
Bagi Pak Jan, berjualan bukan cuma soal untung, tapi juga soal menjaga nostalgia. Banyak pembeli datang bukan hanya cari lagu, tapi ingin mengenang masa ketika menonton video klip harus lewat VCD.
Di tengah serbuan platform digital, kisah Pak Jan menunjukkan bahwa usaha kecil bisa bertahan asal mau beradaptasi. Dari kaset ke flashdisk, dari Pasar Sleko ke pelanggan setia yang masih rindu suasana lama.
Reporter: Dimas
Editor: Revan Zaen