
WARTAPHOTO.NET BATANGAN – Kemeriahan Karnaval sedekah bumi Desa Tlogomojo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Minggu (17/5/2026) menyedot perhatian ribuan warga. Sepanjang rute kirab dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan arak-arakan budaya.
Karnaval dimulai pukul 14.00 WIB dari Lapangan Desa Tlogomojo. Sebanyak 14 RT ikut ambil bagian dalam kegiatan tahunan ini.
Berbagai pertunjukan budaya ditampilkan, mulai dari tari kreasi, gunungan, hingga atraksi barongsai.
Antusiasme warga sudah terlihat sejak siang. Mereka berdiri di pinggir jalan sepanjang rute kirab untuk menyaksikan iring-iringan yang melintasi desa. Suasana semakin meriah dengan alunan musik yang mengiringi setiap penampilan peserta.
Salah satu penonton, Sumarmi, warga Juwana, mengaku sengaja datang setiap tahun untuk melihat karnaval ini.
“Karnaval sedekah bumi ini sukses menghadirkan kebahagiaan dan warna-warni kegembiraan di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Tlogomojo, Khoirul Anwar, mengatakan kegiatan ini tidak hanya untuk memeriahkan sedekah bumi, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarwarga.
“Alhamdulillah, acaranya berjalan lancar. Untuk tahun depan kita adakan lagi,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, karnaval budaya ini merupakan acara puncak dari serangkaian kegiatan sedekah bumi. Sebelumnya, warga Tlogomojo mengadakan acara ritual adat yang dipusatkan di punden-punden desa setempat pada Rabu (13/5/2026).
Saat itu, suasana khidmat bercampur meriah tampak saat warga berbondong-bondong membawa berkat atau nasi menuju Punden. Tak hanya ritual doa bersama (bancaan), kesenian tradisional Tayub juga turut menyemarakkan suasana.
Khoirul Anwar, mengungkapkan bahwa Desa Tlogomojo memiliki empat punden yang menjadi pusat penghormatan kepada para leluhur atau dhanyang desa.
”Alhamdulillah, kami melaksanakan acara manganan, bancaan sedekah bumi. Di Desa Tlogomojo ini ada empat punden, yaitu Mbah Tunggul Royo, Mbah Singo Barong, Mbah Sumarni, dan Mbah Ki Gede Gomojo yang berada di wilayah Pekuwon,” terang Khoirul Anwar kepada Wartaphoto di lokasi kegiatan.
Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad