
WARTAPHOTO.NET. PATI – Sebanyak sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati, dihentikan sementara operasionalnya. Langkah tegas ini diambil lantaran adanya permasalahan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sembilan fasilitas tersebut.
Sembilan SPPG yang terkena sanksi penangguhan (suspend) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sejak 25 Mei 2026 tersebut meliputi:
SPPG Pati Juwana Karangrejo (Yayasan Patriot Bangsa Pilar Kemanusiaan)
SPPG Pati Kayen Kayen 2 (Yayasan Mitra Cendekia Waskita)
SPPG Pati Gembong Wonosekar (Yayasan Wadja Mulia Abadi)
SPPG Pati Tlogowungu Guwo (Yayasan Roudlotul Muta’alim)
SPPG Pati Tlogowungu Guwo 2 (Yayasan Roudlotul Muta’alim)
SPPG Pati Margorejo Sukoharjo (Yayasan Wadja Mulia Abadi)
SPPG Pati Pati Sarirejo 2 (Yayasan Wadja Mulia Abadi)
SPPG Pati Pati Kutoharjo (Yayasan Toha Asep Suherman)
SPPG Pati Kayen Sundoluhur 2 (Yayasan Sambut Esok Cerah)
Semua fasilitas tersebut diwajibkan segera memperbaiki sistem pengolahan limbah mereka agar dapat kembali melayani masyarakat.
”Sembilan SPPG yang di-suspend itu karena IPAL. Untuk pencabutan suspend menunggu perbaikan. Semua sembilan karena IPAL. Kalau perbaikan cepat, ya, cepat. Tinggal dinaikkan lagi surat (permohonan pencabutan suspend),” ujar Korwil MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar Rabu (3/6/2026).
Basar pun mengimbau kepada seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Pati untuk selalu mengedepankan standar operasional prosedur (SOP). Jika abai, SPPG lain juga terancam menerima sanksi serupa.
“Imbauan kepada SPPG untuk memerhatikan IPAL dan SOP lainnya. Kalau di Pati SPPG yang sudah beroperasi 164 kena suspend 9. Saat ini belum ada rencana penambahan SPPG,” ungkap Basar.
Di sisi lain, Basar membagikan perkembangan mengenai SPPG Margorejo Pati yang sempat dihentikan sementara akibat Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan massal yang menimpa puluhan siswa pada 9 Februari 2026 lalu.
Setelah melalui rangkaian evaluasi mendalam, fasilitas tersebut kini dinyatakan sudah boleh beroperasi kembali.
“SPPG Margorejo KLB kita sempat evaluasi. Kemarin dari Dinkes (dinas kesehatan) ada evaluasi dan perbaikan. Sudah sesuai SOP,” tandas dia.
Wartaphoto.