16
September
2026
Rabu - : WIB

Yayasan Al Ma’arif Gembong Wajibkan Seluruh Pendidik Lulus PD-PKPNU

wartaphoto
2026/07/02 pada Berita, Pati, Pendidikan, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. GEMBONG – Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) merupakan sarana kaderisasi paling awal bagi pengurus NU. Namun, menurut KH. Yusuf Hasyim, peruntukannya bukan hanya bagi pengurus. PD-PKPNU juga penting untuk semua warga nahdliyyin, terutama para guru.

​”Untuk mempertebal ke-NU-an, agar mantap NU-nya, siapa pun warga NU saya kira perlu mengikuti kaderisasi ini, khususnya para guru di bawah naungan LP Ma’arif,” terang Kiai Yusuf.

​Menindaklanjuti pernyataan ini, Yayasan Al Ma’arif Gembong yang berlokasi di Jalan Raya Gembong-Bageng Km. 1 Gembong, menerbitkan edaran tentang kewajiban lulus PD-PKPNU bagi seluruh pendidik di yayasan tersebut.

​Melalui surat bernomor 139/Y.AM/Gb/XII/2025 itu, KH. Sholikhin selaku Ketua Yayasan menegaskan bahwa semua guru di bawah naungan yayasannya harus mengikuti dan lulus dalam kaderisasi NU tersebut.

​Itulah mengapa, pada penghujung tahun 2025 lalu, pihaknya menggandeng MWCNU Gembong menyelenggarakan PD-PKPNU di Gedung MANU dan MTs Al Ma’arif NU Gembong. Dalam kegiatan itu, sedikitnya enam puluhan guru Yayasan Al Ma’arif turut menjadi peserta.

​”Kami wajibkan karena memang yayasan yang kami pegang didirikan oleh ulama-ulama NU, dan juga merupakan wasiat dari para muassis (pendiri), bahwa guru yang mengajar di sini harus terjaga NU-nya,” ungkap Kiai Sholikhin, Rabu (1/7/2026).

​Dirinya juga mengaku akan memberikan sanksi tegas kepada para pendidik yang enggan mengikuti PD-PKPNU. Hingga saat ini, mayoritas dari total pendidik di Yayasan Al Ma’arif Gembong tercatat telah lulus PD-PKPNU.

​”Tersisa empat orang yang belum,” terang Kiai Sholikhin.

​Empat orang pendidik tersebut semuanya berjenis kelamin perempuan. Dua orang di antaranya dalam kondisi menyusui, satu orang baru bergabung di Yayasan Al Ma’arif Gembong pada tahun ajaran 2026/2027 (sehingga belum diwajibkan), dan satu orang lagi baru akan mengikuti PD-PKPNU di Asempapan, Trangkil, pada Jumat (3/7) mendatang.

​”Kalau masih ngotot menolak PD-PKPNU, ya kami persilakan meninggalkan Yayasan Al Ma’arif Gembong,” lanjut Kiai Sholikhin.

​Sejauh ini sudah ada dua orang pendidik yang mengundurkan diri karena menolak mengikuti PD-PKPNU. Keduanya merupakan pendidik di SMKNU.

​”Melalui sekretaris yayasan, kami tawari beliau-beliau (yang menolak mengikuti PD-PKPNU), silakan mengundurkan diri atau kami terbitkan surat pemecatan. Dan mereka, alhamdulillah, memilih mengundurkan diri,” pungkas dia.

​Sekretaris Yayasan Al Ma’arif Gembong, Nur Afif Nashiruddin, mengungkapkan bahwa kewajiban PD-PKPNU di bawah naungan yayasannya bukan sekadar untuk kebanggaan. Menurutnya, PD-PKPNU memiliki dua urgensi penting. Pertama, agar semua pendidik berwawasan luas dan tidak mudah heran dengan fenomena baru. Kedua, sebagai bukti loyalitas guru terhadap yayasan dan NU.

​”PD-PKPNU ini kan lumayan berat. Kalau dewan guru berkenan mengikuti PD-PKPNU ini, berarti loyalitas dan kecintaannya terhadap yayasan ini sudah teruji, karena ini dawuh (perintah) dari sesepuh yayasan,” tutur dia.

​Lebih lanjut, dirinya juga menegaskan bahwa pihak yayasan tidak akan tebang pilih dalam melaksanakan kebijakan ini. Semua pendidik tanpa terkecuali wajib mengikuti dan lulus PD-PKPNU.

​”Keluarga yayasan sekalipun, kalau mengajar, ya harus punya sertifikat PD-PKPNU. Semua rentang usia kena kebijakan ini. Kemarin ada guru sepuh berusia 70 tahun yang masih semangat mengikuti. Beliaulah yang saya jadikan contoh bagi guru-guru muda,” pungkas dia.

Penulis: Maulana Luthfi Karim (sekretaris LTNNU Pati)

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close