
WARTAPHOTO.NET. PATI – Mengamati derap langkah tegap Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di layar televisi setiap tanggal 17 Agustus, selalu berhasil menerbitkan binar kekaguman di mata seorang gadis kecil asal Desa Pagendisan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati.
Siapa sangka, belasan tahun kemudian, gadis kecil itu kini bersiap memakai seragam putih kebanggaan tersebut untuk bertugas di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Ia adalah Ainur Rizqiyah (16), siswi kelas XI-7 SMAN 2 Pati. Lewat perjuangan yang menguras keringat dan air mata, Ainur sukses membuktikan bahwa mimpi masa kecil yang dirawat dengan kegigihan bukan mustahil untuk digenggam.
Langkah Ainur menuju panggung provinsi tidaklah mudah. Ia harus bersaing ketat dengan 70 kontestan terbaik (35 putra dan 35 putri) dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Sebagai peraih peringkat pertama di tingkat Kabupaten Pati dengan skor 84,71, Ainur memikul harapan besar di pundaknya.
Saat seleksi bergulir di tingkat provinsi, ketatnya persaingan justru membakar semangatnya.
Mengikuti seleksi Paskibraka untuk pertama kali dalam hidupnya, pelajar dengan tinggi 168 cm dan berat 57 kg ini langsung melejit. Ia sukses menempati peringkat ke-5 se-Jawa Tengah dengan skor akhir yang memukau: 85,50.
“Perasaan saya bisa lolos sangat bangga sekali. Merasa terhormat bisa mewakili Kabupaten Pati di tingkat Jawa Tengah. Senang juga bisa mendapat banyak pengalaman baru bersama teman-teman dari daerah lain saat seleksi,” ungkap Ainur, Kamis (2/7/2026).
Keberhasilan Ainur tidak datang dari ruang hampa. Di balik senyum bangganya, ada latihan fisik super ketat yang ia jalani secara konsisten sebelum berangkat seleksi. Lari 12 menit, push up, sit up, back up, hingga shuttle run menjadi menu sarapan harinya demi menaklukkan Tes Samapta.
Tak hanya fisik, ia juga harus memeras otak untuk lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), tes kesehatan, parade, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), hingga tes kepribadian.
“Saya meningkatkan kemampuan fisik, mengasih PBB, dan mendalami materi. Karena seleksi tingkat provinsi jauh lebih ketat dan kita tidak tahu kemampuan peserta dari kota lain seperti apa. Untuk PBB, saya asah lewat latihan rutin di organisasi Paskibraka sekolah,” jelas siswi yang baru menekuni dunia Paskibraka sejak kelas X SMA ini.
Hebatnya, di tengah gemblengan fisik yang berat, Ainur tak pernah melupakan kewajibannya sebagai pelajar. Baginya, pendidikan tetap yang utama. Jika ada materi pelajaran atau tugas yang tertinggal karena latihan, ia langsung berinisiatif mengejar ketertinggalan dengan bertanya kepada guru atau teman sekelasnya.
Bersama tim sekolahnya, Ainur juga sempat menyabet Juara Utama 2 dalam ajang LKBB (Lomba Ketangkasan Baris Berbaris) se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh PPI (Purna Paskibra Indonesia) Kabupaten Pati.
Capaian manis ini diakui Ainur tak lepas dari restu dan doa tak putus dari kedua orang tuanya, masyarakat sekitar, serta teman-teman sejawat yang selalu menjadi sistem pendukung nomor satu.
Kini, Ainur tengah bersiap menunggu panggilan pemusatan latihan yang rencananya akan dimulai awal Agustus mendatang. Meski belum tahu posisi apa yang akan diembannya nanti, ada satu doa tulus yang ia gantungkan di langit malam.
“Saya harap nanti bisa bertugas mengibarkan Sang Merah Putih dengan lancar dan sukses bersama semua rekan-rekan di sana,” pungkas Ainur penuh harap.
Dari ruang keluarga di Desa Pagendisan hingga lapangan upacara Provinsi Jawa Tengah, Ainur Rizqiyah telah mengajarkan kita satu hal, yakni Nasionalisme dan mimpi yang diperjuangkan dengan tulus, akan selalu menemukan jalan untuk bersinar.