
WARTAPHOTO.NET. PATI – Jarak geografis yang membentang jauh dari pusat kota tidak menyurutkan api semangat seorang siswi asal wilayah utara Kabupaten Pati untuk mengabdi kepada negara. Melalui perjuangan fisik dan mental yang menguras energi, ia membuktikan bahwa dedikasi mampu menaklukkan puluhan kilometer rintangan demi mengenakan seragam kebanggaan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Rangkaian seleksi ketat Paskibraka tingkat Kabupaten Pati tahun 2026 kini telah resmi berakhir. Dari ratusan peserta yang mendaftar, panitia menetapkan 47 siswa terbaik yang dinyatakan lolos. Dua di antaranya mendapatkan kehormatan untuk melaju ke Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng), sementara 45 pelajar lainnya bersiap mengemban tugas suci pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 di pusat Kota Pati pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Di balik gemerlap pengumuman kelulusan tersebut, terselip kisah inspiratif dari Febi Rahma Adiya (16), siswi kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pati. Sebagai warga Desa Gerit, Kecamatan Cluwak, Febi tercatat sebagai salah satu peserta dengan domisili terjauh.
Demi mengikuti setiap tahapan seleksi yang panjang hingga pembekalan materi intensif dari pelatih, ia harus menempuh jarak tidak kurang dari 30 kilometer dari rumahnya menuju pusat Kota Pati setiap harinya.
“Perasaan saya bahagia sekali dan bangga terhadap diri saya karena dapat memberi bukti kepada sekolah bahwa saya layak lolos. Tantangan terbesar menurut saya adalah jarak rumah yang sangat jauh ke Pati, sehingga hal itu sempat menjadi pertimbangan berat bagi saya sebelum memutuskan ikut bergabung,” ungkap Febi, Selasa (7/7/2026).
Perjuangan Febi terasa kian istimewa karena pada tahun ini, ia menjadi satu-satunya keterwakilan almamaternya yang berhasil menembus formasi Paskibraka kabupaten. Mengingat letak geografis Kecamatan Cluwak yang berada di ujung utara Pati, rutinitas pulang-pergi melintasi jalur antarkecamatan menjadi makanan sehari-harinya selama proses seleksi berlangsung.
Kendati harus menguras stamina sebelum menyentuh lapangan latihan, semangat Febi tidak pernah kendur. Ia mengaku motivasi terbesarnya adalah menjaga nama baik madrasah serta membuktikan komitmennya. Beruntung, perjuangannya tidak berjalan sendiri. Pihak madrasah memberikan dukungan penuh (effort) nyata dengan memfasilitasi seluruh kebutuhan akomodasi dan ongkos transportasi penjemputan selama proses seleksi berlangsung.
Bagi siswi yang tahun lalu telah berpengalaman menjadi punggawa Paskibraka di tingkat kecamatan ini, jarak sejauh 30 kilometer bukanlah sebuah rintangan yang harus ditakuti, melainkan tantangan yang wajib ditaklukkan. Prinsip teguh itu tertanam kuat berkat dorongan moral yang masif dari orang tua, pelatih, dan para guru di sekolah.
Selama proses penyaringan, Febi harus melewati ujian ketat yang menguji batas kemampuan fisik dan psikisnya. Ia mengenang bagaimana beratnya latihan samapta, mulai dari lari, push-up, sit-up, hingga back-up. Semua itu berhasil dilaluinya berkat persiapan matang secara mandiri yang ia lakukan sejak dua bulan sebelum pendaftaran resmi dibuka.
“Momen yang paling berkesan bagi saya adalah saat tes kepribadian dan wawancara. Di sesi itu saya bisa mengaktualisasikan diri dan menjawab seluruh pertanyaan sejujur-jujurnya. Selain itu, pada sesi unjuk bakat dan minat, saya menampilkan pembacaan puisi,” urai Febi dengan mata berbinar.
Keberhasilan gemilang ini disambut dengan rasa syukur dan haru oleh pihak sekolah. Kepala MAN 2 Pati, Arif Baehaqi, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh anak didiknya tersebut.
“Atas nama seluruh keluarga besar MAN 2 Pati, kami mengucapkan selamat dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada Ananda Febi Rahma Adiya atas keberhasilannya lolos sebagai anggota Paskibra Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2026. Prestasi ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah kehormatan besar bagi madrasah. Menjadi seorang Paskibra menuntut kedisiplinan, ketahanan fisik, dan mental yang kuat,” tutur Arif Baehaqi.
Ia menambahkan bahwa pihak madrasah akan sepenuhnya mendukung seluruh tahapan pelatihan yang akan diikuti Febi ke depan. “Semoga semangat nasionalisme dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Ananda Febi dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi seluruh siswa-siswi MAN 2 Pati lainnya untuk terus mengukir prestasi,” pungkasnya.
Kini, dengan tiket kelulusan di tangan, Febi bersiap memasuki pemusatan latihan yang lebih intensif bersama puluhan rekan sejawatnya. Kisah perjuangan siswi asal Cluwak ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan jarak tidak akan pernah mampu mengubur mimpi besar dan semangat nasionalisme yang membara di dalam dada.