
WARTAPHOTO.NET. PATI – Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, sepakat dengan ide Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk segera mencari solusi menghidupkan kembali Plaza Pragolo. Menurutnya, kondisi pusat perdagangan produk unggulan Kabupaten Pati tersebut saat ini memprihatinkan karena banyak kios yang tutup.
Joni mengaku telah melihat langsung kondisi Plaza Pragolo pada Selasa pagi (7/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Ia menilai suasana di dalam gedung yang dibangun dengan anggaran besar itu jauh dari kata ramai.
“Ternyata benar, pagi ini sekitar pukul 10.00 saya melihat langsung kondisinya. Banyak kios yang tutup. Sangat mengenaskan dan sayang sekali,” ujar Joni.
Ia menyambut baik langkah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra yang memiliki keinginan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Plaza Pragolo. Menurutnya, upaya tersebut perlu mendapat dukungan penuh dari DPRD, pemerintah daerah, serta para pelaku UMKM maupun tokoh masyarakat.
“Kami di DPRD sepakat bersama eksekutif dan UMKM untuk mencari cara bagaimana Plaza Pragolo bisa ramai lagi dan kembali bagus. Sangat disayangkan karena pembangunan tempat ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” katanya.
Joni menilai Plaza Pragolo semestinya menjadi salah satu pusat perdagangan sekaligus etalase produk unggulan Kabupaten Pati. Namun, kondisi saat ini justru belum mampu memenuhi fungsi tersebut.
Ia mencontohkan, saat ingin membeli batik khas Pati sebagai buah tangan, dirinya tidak menemukan produk tersebut di Plaza Pragolo. Begitu pula dengan berbagai produk oleh-oleh khas daerah yang seharusnya tersedia di lokasi tersebut.
“Padahal saya ingin membeli batik asli Pati di sini, ternyata tidak ada. Oleh-oleh khas Pati juga tidak ada. Ini harus menjadi perhatian bersama. Kita harus memikirkan bagaimana menghidupkan kembali Plaza Pragolo agar menjadi pusat oleh-oleh dan produk unggulan daerah,” tegasnya.
Diketahui dulunya Plaza Pragolo menjadi pusat penjualan beragam produk unggulan Pati, mulai dari produk makanan seperti aneka kripik, kopi kemasan, buah jeruk pamelo dan kopyor. Hingga produk kerajinan seperti sepatu, batik tulis, tas dan lainnya.