
WARTAPHOTO.NET. JUWANA – Kirab Haul Mbah Demang di Desa Bakaran Kulon, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, berlangsung meriah pada Kamis (9/7/2026) siang. Meski cuaca terik, ribuan warga tetap memadati sepanjang rute kirab.
Kirab tersebut diikuti oleh 30 peserta yang mewakili seluruh RT di Desa Bakaran Kulon. Mereka menampilkan berbagai atraksi menarik, mulai dari gunungan, tumpeng, sendratari Nakula-Sadewa, warok, wayang orang, karnaval batik, mobil hias, hingga kreasi seni lainnya.

Acara dimulai pukul 13.30 WIB dengan prosesi seserahan tumpeng dan tabur bunga dari Paguyuban Desa Bakaran Kulon kepada Paguyuban Desa Bakaran Wetan di perbatasan desa. Setelah itu, gunungan dan tumpeng diarak menuju Punden Nyi Ageng Desa Bakaran Wetan.
Puncak kemeriahan terjadi saat gunungan dan tumpeng yang berisi nasi lengkap dengan lauk-pauknya sampai di Punden Mbah Demang. Warga langsung berebut isi gunungan tersebut sebagai bentuk tradisi ngalap berkah (mencari berkah).
Kepala Desa Bakaran Kulon, Dadik Utomo, menyebut bahwa kirab tahun ini menjadi simbol kuat bersatunya warga.
”Untuk kegiatan kirab di Desa Bakaran Kulon tahun 2026 ini sangat meriah sekali. Alhamdulillah, semuanya mendapat dukungan penuh dari masyarakat Bakaran Kulon dan Bakaran Wetan, terutama dari paguyuban kedua desa tersebut,” kata Dadik.

Ia menegaskan, seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana sebagai simbol prosesi kerukunan antardesa.
”Ini untuk mempererat tali silaturahmi antara Desa Bakaran Kulon dan Bakaran Wetan. Ini adalah momen ‘Bakaran Bersatu’, bukan lagi membedakan Bakaran Wetan dan Bakaran Kulon, melainkan Bakaran yang menyatu. Oleh karena itu, hari ini Haul Kelambu Mbah Demang tahun 2026 terasa sangat meriah sekali,” ujarnya.
Dadik berharap kemeriahan ini menjadi pertanda baik bagi masa depan desanya.
”Mudah-mudahan ini menjadi pertanda bahwa masyarakat Bakaran Kulon dapat hidup sayuk rukun dan semuanya dilancarkan. Semoga sektor pertanian dan hasil bumi Desa Bakaran Kulon melimpah, sehingga masyarakat bisa mencapai kondisi gemah ripah loh jinawi, toto tentrem karto raharjo,” harapnya.
Selain kirab budaya, panitia juga menggelar acara sindenan untuk memeriahkan Haul Mbah Demang. Rangkaian acara ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh Ki Dalang Gatot dari Klaten.
Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad