16
September
2026
Rabu - : WIB

Arpusda Digitalisasi Manuskrip Kuno di Desa Pekalongan, Museum Desa Mulai Dipersiapkan

wartaphoto net
2026/07/15 pada Budaya, Pati

PATI | WARTAPHOTO.NET . Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, terus mengembangkan upaya pelestarian warisan budaya melalui pendataan dan digitalisasi manuskrip kuno. Bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Pati, puluhan naskah bersejarah mulai diinventarisasi sebagai langkah awal untuk menjaga sekaligus mendokumentasikan kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat.

Proses digitalisasi saat ini dipusatkan di kawasan Makam Toro sebagai kelanjutan dari kegiatan tahap pertama yang sebelumnya dilaksanakan di Balai Desa Pekalongan. Selama pendataan berlangsung, jumlah manuskrip yang ditemukan ternyata melebihi perkiraan awal tim.

“Awalnya kami memperkirakan hanya ada sekitar empat pemilik manuskrip. Namun, setelah proses berjalan, jumlah naskah kuno yang terkumpul mencapai lebih dari sepuluh buah,” jelas Diah Ayu Pratiwi.

Manuskrip yang berhasil didata terdiri atas berbagai literatur keagamaan, seperti kitab fikih, kitab tarekat, Al-Qur’an, hingga kitab kuning. Keberagaman koleksi tersebut dinilai memiliki nilai penting, baik sebagai warisan budaya maupun sebagai sumber penelitian di bidang filologi.

Untuk mendukung pelestarian jangka panjang, Arpusda berencana mendaftarkan manuskrip tersebut sebagai milik warga Desa Pekalongan. Selain itu, penyimpanan menggunakan kotak khusus berbahan bebas asam juga diusulkan agar kondisi fisik naskah tetap terjaga dari kerusakan akibat usia maupun lingkungan.

Melalui proses digitalisasi, isi manuskrip dapat diakses dalam bentuk digital sehingga kebutuhan penelitian maupun dokumentasi tidak lagi mengharuskan penanganan langsung terhadap naskah asli. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan pada dokumen bersejarah tersebut.

Kepala Desa Pekalongan, Ukhbatur Ro’i, S.Pd.I., mengatakan pemerintah desa mendukung penuh upaya pelestarian manuskrip yang dilakukan bersama Arpusda. Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga warisan budaya yang selama ini tersimpan di rumah-rumah warga.

“Kami mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam menjaga naskah-naskah ini. Saat ini, Desa Pekalongan sudah memiliki paguyuban budaya dan tim khusus manuskrip di tingkat desa,” ungkap Ukhbatur Ro’i.

Ia berharap semakin banyak manuskrip yang nantinya dapat teridentifikasi sehingga seluruh koleksi bersejarah milik warga dapat terdokumentasi dengan baik. Pendataan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menggali dan melestarikan sejarah lokal Desa Pekalongan.

Ke depan, pemerintah desa menyiapkan rencana pembangunan Museum Desa sebagai pusat penyimpanan manuskrip sekaligus arsip-arsip bersejarah lainnya. Museum tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sejarah dan identitas daerahnya.

Kolaborasi antara Arpusda, Pemerintah Desa Pekalongan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam pelestarian manuskrip kuno di wilayah tersebut. Melalui pendataan, digitalisasi, hingga rencana pembangunan museum, Desa Pekalongan terus memperkuat langkahnya sebagai salah satu pusat pelestarian manuskrip dan cagar budaya di Kabupaten Pati.

Reporter: Revan

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close