
BLORA | WARTAPHOTO.NET – Suasana Balai Desa Tambaksari, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026) tampak lebih ramai dari biasanya. Sekitar 150 warga hadir untuk mengikuti kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat MPR RI Tahun 2026 Tahap Ke-3 yang digelar oleh Anggota MPR RI dari Partai NasDem, Hj. Sri Wulan, S.E., M.M.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 17.15 WIB. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan, kebutuhan, serta harapan warga terhadap penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di hadapan masyarakat Tambaksari, Sri Wulan menegaskan bahwa kegiatan penyerapan aspirasi bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari upaya menjaga komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen.
Menurutnya, suara masyarakat memiliki posisi penting dalam proses penyusunan kebijakan serta evaluasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Penyerapan aspirasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan untuk kami perjuangkan sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Sri Wulan.
Ia mengatakan, masyarakat perlu memiliki ruang yang terbuka untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan komunikasi secara langsung, berbagai persoalan tersebut diharapkan dapat dipetakan dan menjadi masukan dalam menjalankan fungsi kelembagaan MPR RI.
Sri Wulan juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi secara konstruktif. Menurutnya, pembangunan tidak hanya membutuhkan kebijakan dari pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam mengawal pelaksanaannya.
“Kami berharap masyarakat dapat terus menyampaikan aspirasi secara terbuka dan konstruktif. Pemerintah dan wakil rakyat tentu tidak bisa bekerja sendiri. Masukan dari masyarakat sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar memiliki manfaat dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Warga Didorong Aktif Sampaikan Aspirasi
Sementara itu, Irfan Rahmana, menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah antara masyarakat dan para pemangku kebijakan.
Menurutnya, forum penyerapan aspirasi tidak semestinya berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi harus diarahkan menjadi proses identifikasi masalah sekaligus mencari alternatif penyelesaian.
“Aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam pembangunan. Ketika masyarakat menyampaikan persoalan secara langsung, pemerintah dan wakil rakyat dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi di lapangan,” ujar Irfan.
Ia menambahkan, masyarakat juga perlu menyampaikan aspirasi secara konstruktif dengan mengutamakan kepentingan bersama.
“Kita berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya secara objektif, berdasarkan kebutuhan dan kondisi yang benar-benar terjadi. Dengan komunikasi yang baik, aspirasi tersebut dapat dirumuskan menjadi masukan yang lebih konkret bagi pengambil kebijakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Tambaksari menyambut baik pelaksanaan kegiatan penyerapan aspirasi MPR RI di wilayahnya. Menurutnya, pertemuan antara masyarakat dan wakil rakyat menjadi kesempatan penting bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pertemuan dan penyampaian aspirasi, tetapi dapat menjadi bagian dari proses tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
“Kami menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini karena masyarakat mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan menyampaikan aspirasinya secara langsung. Kami berharap komunikasi seperti ini dapat terus terjalin sehingga kebutuhan masyarakat dapat menjadi perhatian dalam proses pembangunan,” ungkapnya.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad