16
September
2026
Rabu - : WIB

Dorong Optimalisasi Layanan Kesehatan, Mbak Ning Soroti Penanganan Stunting hingga Edukasi Calon Pengantin

wartaphoto
2026/08/17 pada Berita, Pati, wartaphoto
Anggota DPRD Pati sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Pati, Endah Sriwahyuningati, saat diwawancarai wartawan usai mengikuti upacara di Alun-alun Pati. (Foto: Dimas)

PATI | WARTAPHOTO.NET— Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pati, Endah Sriwahyuningati (Mbak Ning), menekankan pentingnya penguatan dan optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pati.

Hal ini dinilainya sangat krusial, terutama dalam menangani isu-isu prioritas seperti stunting serta tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Mbak Ning menyampaikan bahwa upaya peningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus dimulai dari tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes primer) secara terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, program-program nasional seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) perlu diaplikasikan secara optimal di tingkat puskesmas dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Penting untuk mengaplikasikan program kesehatan hingga ke puskesmas dengan melibatkan semua unsur, terutama teman-teman bidan, serta memperkuat pengawasan. Harapannya, faskes dapat melayani masyarakat tanpa terbatas waktu, bahkan ada puskesmas yang bisa memberikan layanan hingga sore hari,” ujar Mbak Ning, usai mengikuti upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia di alun-alun Pati, Senin (17/8/2026) pagi.

Lebih lanjut, ia mendorong agar jam kerja faskes dimaksimalkan melalui sinergi yang kuat antara tenaga kesehatan dan pemerintah desa. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci utama untuk mengatasi persoalan dasar kesehatan masyarakat secara bersama-sama.

“Prinsip dasar soal kesehatan, mulai dari penanganan stunting dan masalah lainnya, harus kita atasi bersama. Angka kematian ibu dan bayi ini juga masih cukup tinggi, sehingga program-program inovasi pelayanan kesehatan yang ada diharapkan benar-benar teraplikasi dengan baik dan membawa hasil yang signifikan,” tegasnya.

Menanggapi masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, Mbak Ning mengaku prihatin. Menurutnya, penanganan masalah ini tidak boleh hanya berfokus pada saat ibu sedang hamil atau melahirkan saja, melainkan harus ditarik lebih awal hingga ke fase pra-nikah.

“Penanganan ini tidak bisa hanya diselesaikan saat ibu sudah hamil. Anak-anak usia pra-nikah seharusnya sudah mendapatkan edukasi dan pelajaran terkait hal ini. Sehingga ketika mereka siap menikah, pola hidup sehat saat menjadi ibu, menjaga kehamilan, hingga merawat anak dapat berjalan sesuai harapan,” jelasnya.

Keprihatinan terkait angka kematian ibu dan bayi ini sejalan dengan langkah strategis yang sedang ditempuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu, Pemkab Pati resmi meluncurkan inovasi Sistem Pemantauan dan Pelayanan Ibu Hamil Risiko Tinggi (Tempayan Bu Harti).

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan bahwa penurunan angka kematian ibu dan bayi merupakan prioritas daerah yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor secara menyeluruh.

Risma mengungkapkan, data tahun lalu mencatat adanya 13 kasus kematian ibu di Kabupaten Pati. Sementara itu, hingga Juli tahun ini, jumlahnya sudah mencapai sembilan kasus. Kondisi ini menuntut penanganan yang jauh lebih cepat, responsif, dan terintegrasi.

“Melalui Tempayan Bu Harti, saya berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memantau ibu hamil risiko tinggi, agar angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan,” ujar Chandra saat meluncurkan aplikasi tersebut di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (27/7/2026) lalu.

Reporter: Dimas

Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close