17
September
2026
Kamis - : WIB

Mayoritas Petambak Garam di Pati Beralih ke Teknologi Geomembran, Kualitas Panen Meningkat

wartaphoto net
2026/09/01 pada Pati

PATI | WARTAPHOTO.NET– Sebagian besar petambak garam di Kabupaten Pati, kini telah beralih memanfaatkan teknologi geomembran. Langkah ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan hasil produksi garam lokal.

​Subkoordinator Pengelolaan Ekosistem Laut dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Triana Shinta Dewi, memperkirakan sekitar 80 persen petambak garam di wilayahnya telah menerapkan teknologi tersebut. Meski begitu, DKP Pati mengakui belum melakukan pendataan secara mendetail.

​”Sekitar 80 persen petambak sudah memakai geomembran. Kami memang belum mendata secara detail, karena di lapangan masih ada sebagian petambak yang bertahan dengan metode tradisional menggunakan tanah,” ujar Triana saat ditemui di Kantor DKP Pati, Selasa (1/9/2026).

​Triana menjelaskan, sebaran petambak pengguna geomembran tersebut terfokus di empat kecamatan sentra garam, yakni Batangan, Juwana, Wedarijaksa, dan Trangkil.

​Menurutnya, penerapan teknologi geomembran membawa sejumlah keunggulan, terutama dalam mendongkrak mutu dan kuantitas hasil panen.

​”Teknologi ini meningkatkan kualitas garam, mulai dari warna yang lebih putih bersih, ukuran butiran yang lebih besar, hingga jumlah produksi yang jauh lebih banyak,” ungkapnya.

​Pengenalan teknologi geomembran di Pati sendiri memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Program ini digulirkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 2013, melanjutkan program tugas pembantuan sektor perikanan yang telah diterima DKP Pati sejak 2011.

​”Kami menerima program tugas pembantuan dari pusat sejak 2011, lalu teknologi geomembran mulai diperkenalkan secara bertahap pada 2013 sebagai salah satu program unggulan KKP,” pungkas Triana.

Reporter: Putra
Editor:Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close