16
September
2026
Rabu - : WIB

Rara, Siswi SMP Kanisius Juwana Usai Juara O2SN Pati Kini Kejar Prestasi di POPDA Jateng 2026

wartaphoto net
2026/09/05 pada Pati, Pendidikan

PATI | WARTAPHOTO.NET. Sebuah medali mungkin hanya terlihat sebagai tanda kemenangan. Namun bagi Selfiana Anggra Dewi, medali itu menyimpan cerita panjang tentang latihan, disiplin, dukungan keluarga, dan keberanian untuk terus mencoba.

Siswi kelas VIII SMP Kanisius Juwana yang akrab disapa Rara itu, pada pada 28 April 2026 lalu berhasil meraih Juara 1 Karate tingkat Kabupaten Pati dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026. Kini, ia sedang berjuang menghadapi ajang  POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 1–6 September 2026.

Persaingan di tingkat provinsi tentu akan lebih ketat. Rara menyadari hal tersebut dan memilih untuk mempersiapkan diri dengan latihan yang lebih disiplin.

“Saya ingin memberikan yang terbaik di tingkat provinsi. Saya tahu lawannya pasti lebih banyak dan persaingannya lebih berat. Karena itu saya harus lebih rajin latihan, menjaga kondisi, dan tetap fokus pada sekolah,” katanya.

Rara tidak ingin cepat puas dengan prestasi yang telah diraihnya. Baginya, setiap pertandingan merupakan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki kemampuan

Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi sekolah dan keluarganya. Terlebih, di balik keberhasilan Rara terdapat keluarga sederhana yang selama ini terus mendukung langkahnya di dunia olahraga.

Prestasi yang Terus Bertambah

Keberhasilan Rara di O2SN bukan prestasi pertamanya. Sebelumnya, ia telah beberapa kali menunjukkan kemampuannya di cabang olahraga karate.

Dalam Karate Junior Pati Open 2026, Rara meraih Juara 1 Kata Perorangan sekaligus Juara 1 Kata Beregu tingkat Kabupaten Pati.

Ia kembali meraih Juara 1 cabang olahraga karate tingkat Kabupaten Pati dalam ajang POPDA. Prestasi Rara juga berlanjut di tingkat internasional setelah ia menyabet Juara 1 Beregu dalam YOT Internasional Championship.

Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan di O2SN bukan hasil yang datang secara tiba-tiba. Ada proses latihan yang terus dijalani Rara untuk mengasah kemampuan dan menjaga konsistensinya.

“Saya bersyukur bisa mendapatkan juara. Bagi saya, kemenangan ini bukan hanya tentang mendapatkan piala, tetapi juga tentang hasil dari latihan dan perjuangan yang sudah saya jalani. Saya ingin terus belajar dan berlatih supaya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujar Rara.

Bagi Rara, kemenangan justru menjadi motivasi untuk terus berkembang.

Dukungan dari Keluarga Sederhana

Di balik prestasi Rara terdapat sosok ayah bernama Sandi. Sehari-hari, Sandi bekerja sebagai petugas keamanan atau security di SD Rajawali, salah satu sekolah swasta di Kecamatan Juwana.

Kondisi keluarga tidak menjadi penghalang bagi Rara untuk mengembangkan bakatnya. Sebaliknya, dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan yang membuatnya terus berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan.

Sandi mengaku tidak pernah menuntut putrinya untuk selalu menjadi juara. Baginya, yang terpenting adalah Rara menjalani pilihan tersebut dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.

“Saya sebagai orang tua tentu merasa bangga dan bersyukur melihat Rara bisa mendapatkan prestasi. Yang paling penting bagi kami bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana Rara mau berusaha, disiplin, dan bertanggung jawab dengan apa yang dipilihnya,” ungkap Sandi.

Pesan yang sama terus disampaikan kepada Rara. Ia diminta tetap rendah hati, tidak mudah menyerah, dan tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang pelajar.

“Kami tidak pernah memaksa Rara harus selalu juara. Kami hanya berpesan supaya dia latihan dengan sungguh-sungguh, tetap rendah hati, tidak mudah menyerah, dan jangan sampai prestasi membuatnya lupa dengan sekolah dan kewajibannya sebagai seorang pelajar,” tuturnya.

Sekolah Dorong Potensi Siswa

Prestasi Rara juga mendapat apresiasi dari SMP Kanisius Juwana. Kepala SMP Kanisius Juwana, Yosephina Munika, S.Pd., menilai keberhasilan tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan Rara dalam karate, tetapi juga menggambarkan pentingnya ketekunan dan kedisiplinan.

“Prestasi Rara merupakan kebanggaan bagi SMP Kanisius Juwana. Kami melihat bahwa prestasi tidak hanya lahir dari fasilitas atau keadaan, tetapi terutama dari kemauan untuk berlatih, kedisiplinan, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba,” ungkap Yosephina.

Menurutnya, setiap siswa memiliki bakat dan potensi yang berbeda. Karena itu, sekolah berupaya memberikan ruang agar potensi tersebut dapat berkembang.

“Sekolah tentu akan terus mendukung Rara dan peserta didik lainnya untuk mengembangkan talenta yang mereka miliki. Kami berharap prestasi Rara dapat menjadi motivasi bagi teman-temannya bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berprestasi di bidangnya masing-masing,” lanjutnya.

Bagi sekolah, prestasi olahraga juga menjadi bagian dari proses pendidikan. Melalui olahraga, siswa belajar tentang kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, kerja keras, dan keberanian menghadapi tantangan.

Kisah Rara menjadi bukti bahwa prestasi tidak selalu berawal dari keadaan yang serba berkecukupan. Kadang, prestasi tumbuh dari keluarga sederhana, latihan yang dilakukan berulang kali, serta dukungan orang-orang yang percaya pada kemampuan seorang anak.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close