06
Oktober
2026
Selasa - : WIB

Plt Bupati Pati: Predikat Akreditasi RSUD Soewondo Penting, tetapi Mutu Pelayanan kepada Masyarakat Lebih Utama

wartaphoto net
2026/10/05 pada Pati

PATI | WARTAPHOTO.NET – Survei akreditasi RSUD RAA Soewondo Pati diminta tidak berhenti pada pemenuhan dokumen. Proses penilaian harus menjadi momentum untuk memastikan peningkatan mutu pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka survei akreditasi yang dilakukan Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) Kementerian Kesehatan RI di RSUD RAA Soewondo Pati, Senin (5/10/2026).

Chandra meminta proses survei dilakukan secara objektif, transparan, dan komprehensif. Ia berharap hasil penilaian dapat menghasilkan rekomendasi konstruktif untuk memperkuat mutu pelayanan rumah sakit.

“Survei akreditasi ini bukan sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai momentum evaluasi dan perbaikan,” kata Chandra.

Menurutnya, akreditasi merupakan instrumen untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan aman, bermutu, profesional, serta berorientasi pada keselamatan pasien. Bagi rumah sakit umum daerah, akreditasi juga menjadi kewajiban yang dilakukan secara berkala setiap empat tahun.

“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana predikat tersebut tercermin dalam pengalaman nyata masyarakat ketika menerima pelayanan,” tegasnya.

RSUD RAA Soewondo memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit tipe B, rumah sakit pendidikan, sekaligus rumah sakit rujukan di wilayah Pantura Timur. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan dinilai menjadi kebutuhan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami ingin standar pelayanan tidak hanya terpenuhi di atas dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari,” ujar Chandra.

Pemkab Pati bersama manajemen RSUD RAA Soewondo telah melakukan sejumlah pembenahan. Perbaikan tersebut meliputi pembaruan peralatan medis, seperti peralatan bedah, ekokardiograf, dan X-ray, serta pembenahan ruang pendaftaran, pendingin ruangan, dan sejumlah fasilitas pelayanan lainnya.

Selain sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Chandra mendorong terbentuknya budaya pelayanan yang lebih ramah, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.

“Keberhasilan kita bukan hanya terukur dalam dokumen akreditasi, tetapi bagaimana masyarakat dapat memperoleh pelayanan secara maksimal dari rumah sakit ini,” ucap Chandra.

Di sisi lain, RSUD RAA Soewondo saat ini juga tengah memproses perizinan layanan Cath Lab. Chandra menyampaikan layanan tersebut ditargetkan dapat melayani peserta BPJS pada akhir Oktober 2026.

Rencananya, peresmian layanan tersebut akan dilakukan bersama anggota DPR RI dan Direktur Utama BPJS.

Pada periode sebelumnya, RSUD RAA Soewondo Pati berhasil meraih predikat akreditasi paripurna. Chandra berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dalam survei kali ini, tetapi tidak menjadikannya sebagai tujuan akhir.

“Pertahankan predikat itu penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan kualitasnya hadir dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” tutur Chandra.

Ia juga meminta seluruh jajaran RSUD mengikuti proses survei secara terbuka, jujur, dan apa adanya. Masukan dari para surveyor, kata dia, perlu dimanfaatkan sebagai perspektif profesional untuk memperkuat kualitas pelayanan rumah sakit ke depan.

Survei akreditasi tersebut dihadiri tim surveyor LAM-KPRS Kementerian Kesehatan RI, jajaran manajemen RSUD RAA Soewondo Pati, serta unsur terkait yang mengikuti proses survei akreditasi.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close