Puluhan Warga Bakalan Dukuhseti Geruduk Balai Desa, Minta Ali Mohtar Ditetapkan sebagai Kadus

  • Whatsapp

WARTAPHOTO.NET. PATI. – Puluhan warga Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, geruduk balai desa setempat, Jumat (27/11/2020). Mereka mendesak Kepala Desa agar calon Kepala Dusun (Kadus) dari RW 2, Ali Mohtar mendapatkan rekomendasi dari Camat.

Massa dari RW 2 mendatangi balai desa dengan menggunakan Mobil pribadi, pick up, dan sepeda motor. Mereka membentangkan kertas yang bertuliskan bentuk penolakan jika harus dipimpin oleh Kadus dari RW lain.

Untuk diketahui, pada Pencalonan Kadus itu, warga RW 2 Ali Mohtar mendapatkan peringkat 2. Dengan skor jasa pengabdian 10 dan ujian tertulis 40. Sehingga total keseluruhan skor adalah 50.

Sementara itu lawannya, Fria Erlangga dari RW 1, mendapatkan skor jasa pengabdian 20 dan ujian tertulis 70. Sehingga mendapatkan peringkat 1 dengan total skor 90.

Salah satu warga RW 2, Desa Bakalan, Koko Dwi Atvyan yang turut beraudiensi mengatakan, pihaknya tidak setuju dengan hasil yang ada. Sebab dia menilai jika Ali Mohtar merupakan sosok yang sangat pantas untuk menjadi seorang Kadus.

“Intinya nggak setuju sama keputusan kalau yang dijadikan dari RW 1. Harus RW 2. Karena yang sering terjun ke desa ini mas Ali. Sementara (calon) yang satu ini kurang bermasyarakat sama warga. Makannya (warga) RW 2 nggak setuju,” kata dia.

Senada, salah satu warga Bakalan Narko mengatakan, jika dirinya sangat menginginkan Ali Mohtar mendapatkan rekomendasi dari Camat.

“Soalnya calonnya yang ini (Ali) bagus. Masyarakat ada orang sakit dia cepat (membantu), ada orang meninggal, cepat (membantu). Sering menolong pak Ali ini. Dia bermasyarakat,” kata dia.

Narko menambahkan, jika pihaknya akan terus mengawal Ali hingga dilantik menjadi kadus. Bahkan, jika audiensi yang dilakukan dengan kepala desa tidak membuahkan hasil, pihaknya akan mendatangi kecamatan atau pun kabupaten.

Sementara itu, Kades Bakalan Muryanto, menerima masukan-masukan dari warganya. Kemudian, pihaknya akan berkoordinasi dengan penitia pengisian perangkat desa dari kecamatan.

“Ini dari warga RW 2 menuntut calon kadus yang dilantik adalah dari RW 2 (Ali Mohtar). Di sini ada beberapa calon, memang yang (mendapat) nomor satu itu dari RW 1 (Fria Erlangga),” jelasnya.

Muryanto menilai, Ali Mohtar merupakan sosok yang ringan tangan di desanya.

“Artinya setiap ada permasalahan dan dimintai pertolongan, dia itu cepat membantu. Misal ada kematian, ada kecelakaan. Sebelum dia mencalonkan diri pun sudah seperti itu,” jelas Kades Bakalan.

Setelah beraudiensi dengan RW 2, lanjut dia, pihaknya akan segera menemui panitia kecamatan untuk melakukan konsultasi. Sebab, terkait rekomendasi memang masih ada banyak evaluasi.

Kades Bakalan ini mengakui, jika memang banyak timbul permasalahan dari tes tertulis pada pengisian perangkat desa.

“Memang dengan cara ini agak susah. Kalau CAT (Computer Assisted Test) kan langsung diumumkan. Ini lebih transparan. Bisa saja (ada) calon yang jika dilihat dari kemampuan di lapangannya itu tidak sesuai dengan nilai yang di dapat (ketika tes),” jelas dia.

Dia menambahkan, jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ingin melaksanakan transparansi dan ingin memilih perangkat yang berkualitas, maka harusnya melalui CAT.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *