16
September
2026
Rabu - : WIB

Pasar Pekaulan Gerit Pati, Buka Tiap 36 Hari Sekali, Jual Aneka Hasil Bumi

wartaphoto
2022/10/03 pada Berita, Pati, wartaphoto
#image_title

WARTAPHOTO.NET. PATI – Sebuah pasar yang berada di Desa Gerit, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, tergolong unik. Pasalnya, pasar ini hanya buka setiap 36 hari sekali.

Pasar itu bernama Pasar Pekaulan, yang buka setiap Senin Pahing berdasarkan penanggalan Jawa.

Di pasar itu, hanya menjual berbagai macam jajanan khas dan hasil bumi. Seperti kue cucur, dawet beras, pisang, ganyong, hingga gembili.

Meskipun demikian, pasar tersebut selalu ramai setiap dibuka. Tidak hanya dari wilayah Kabupaten Pati saja, pengunjung juga berasal dari berbagai kabupaten tetangga.

Selain berbelanja, para pengunjung biasanya memiliki hajat khusus untuk datang ke Pasar Gerit itu. Yaitu, mencari keberkahan di petilasan Mbah Duniyah, seorang waliyullah yang merupakan murid dari Sunan Muria.

Kasi Kesejahteraan Desa Gerit, Sucipto mengatakan, terdapat 250 pedagang di Pasar Pekaulan itu.

Ia menjelaskan, pekaulan artinya pasar yang bagi para pengunjung ingin mengeluarkan kaul atau membayar nazar. Prosesnya, pengunjung yang mempunyai nazar membeli paket kembang. Setelah itu, menuju tempat khusus di pasar yang dijaga oleh petugas. Nantinya petugas itu akan mengolesi pengunjung dengan midang sebagai tanda jika hajatnya telah dilaksanakan.

“Di sini terkenalnya Pasar Pekaulan.  Pengunjung yang punya nadzar kalau sudah tercapai atau terkabul keinginannya, maka ke sini,” jelas dia, kepada Wartaphoto.net (2/10/2022).

Menurut cerita warga setempat, pasar ini merupakan petilasan dari seorang waliyullah, Mbah Duni. Makam Mbah Duni sendiri berada di wilayah Tayu.

Saat itu, Mbah Duni bersama Bupati Jepara beristirahat dari perjalanannya di lokasi tersebut. Mereka membawa bekal kue cucur. Di sana, Mbah Duni berkata jika suatu saat lokasi itu akan menjadi pasar.

“Mitosnya seperti itu, itu cerita turun temurun,” tutur Sucipto.

Salah satu petugas di Pasar tersebut adalah Sarwan. Ia menuturkan, kebanyakan para pengunjung yang datang bernazar untuk kesembuhan sakit, hingga penglaris.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close