
WARTAPHOTO.net. JATENG — Anggota Komisi IV DPR RI, H.Firman Soebagyo, melakukan peninjauan langsung ke gudang Bulog Cabang Pati, Sabtu (2/8/2025). Kedatangan kali ini untuk mengecek dan memastikan langsung kebenaran informasi simpang siur yang ada di masyarakat, utamanya melalui media sosial tentang adanya beras oplosan. Padahal pemerintah sedang menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat.
“Setelah kami lakukan pengecekan di lapangan, tidak seperti itu. Saya sudah melakukan pengecekan di Bulog langsung secara acak. Bahkan saya diberikan kebebasan oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng dan Pemimpin Cabang Bulog Pati untuk memilih karung mana di tumpukan mana yang akan dicolok sampling. Sehingga bisa dipastikan beras di stok bulog saya jamin bagus, baik dari hasil produksi lokal maupun impor,” tuturnya usai sidak langsung di Gudang Bulog Pati.
Ia juga menjelaskan bahwa jika terdapat beras dengan warna kekuningan, hal itu disebabkan oleh masa simpan yang panjang, bukan karena kualitas buruk. “Beras yang disimpan antara delapan hingga dua belas bulan bisa berubah warna, tapi tetap aman dikonsumsi,” tegas Firman.
Hal tersebut, lanjut Firman, bukan sebagai kesalahan bulog tapi kesalahan pemerintah sebagai regulator. “Karena beras ada masa waktu simpannya setelah sekian bulan harus keluar cuci gudang. Sementara bulog tidak punya wewenang mengeluarkan beras, maka bulog terhenti disitu,” imbuhnya.
Meski demikian, masyarakat yang menerima beras dalam kondisi tidak layak dan tidak sesuai timbangan bisa menukarkannya ke bulog.
Firman juga mendorong pemerintah pusat untuk memperkuat peran Bulog sebagai regulator dan operator dalam urusan pangan nasional.
“Kami juga mendengarkan aspirasi dari para mitra bulog utamanya terkait revisi undang-undang pangan. Kita sepertinya bersepakat adanya transformasi bulog, adanya penggabungan antara Kementerian Pangan dan Bulog. Sehingga Bulog berperan sebagai regulator sekaligus operator,” tambahnya.
100 Persen
Kantor Cabang Bulog Pati memastikan seluruh distribusi bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat se-Eks Karesidenan Pati telah mencapai 100 persen. Penyaluran dilakukan secara ketat dengan pengawasan langsung di lapangan untuk menjamin kelayakan dan mutu beras.

Ahmad Kholisun (Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Tengah) menyampaikan sejumlah data dan fakta didampingi Anggota DPR RI (Firman Soebagyo) dan Kepala Bulog Cabang Pati, Nur Hardiansyah
“Bulog selalu terjun langsung setiap kali ada pengadaan dan penyaluran. Kami pastikan beras yang keluar sesuai standar. Untuk wilayah kami, penyaluran sudah 100 persen ke desa, dan untuk penerima bantuan selesai paling lambat 6 Agustus 2025,” ujar Kepala Bulog Cabang Pati, Nur Hardiansyah, saat ditemui media, Sabtu (2/8/2025).
Ia menyebutkan, total beras yang disalurkan mencapai 8.031 ton untuk lima kabupaten, yakni Jepara, Pati, Kudus, Rembang, dan Blora. Masing-masing penerima mendapatkan total 20 kilogram untuk dua bulan alokasi, yakni Juni dan Juli 2025.
“Untuk Kabupaten Pati sendiri, kami salurkan 2.200 ton. Masing-masing 1.100 ton untuk alokasi Juni dan Juli,” tambahnya.
Nur menegaskan bahwa pihaknya sangat bertanggung jawab atas kualitas bantuan. Ia menjamin tidak ada beras oplosan dalam distribusi Bulog. “Kalau ada beras oplosan di luar sana, itu tanggung jawab pihak swasta. Pengawasan harusnya dilakukan oleh Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Tengah, Ahmad Kholisun. Ia menegaskan bahwa beras bantuan yang disalurkan telah sesuai dengan spesifikasi dan berat yang tertera di kemasan. “Kami jamin berat dan mutu sesuai. Masyarakat bisa mengecek langsung, tidak ada pengurangan,” katanya.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad