
WARTAPHOTO.net. NASIONAL — Prestasi membanggakan diraih Asti Indah Nariswari, siswi SMAN 1 Jakenan, Kabupaten Pati. Anak petani ini berhasil meraih Golden Ticket IPB University usai menjadi pemenang dalam Olimpiade Pertanian Indonesia (OPI) 2025 yang digelar di Instutut Pertanian Bogor di International Convention Center, Bogor, Minggu (19/10/2025).
Golden ticket tersebut diberikan langsung oleh Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, kepada 11 pemenang OPI 2025, termasuk lima di antaranya merupakan anak petani berprestasi. Penerima golden ticket ini dipastikan masuk jalur khusus sebagai calon mahasiswa IPB tahun 2026.
Selain Asti, empat penerima lainnya ialah Bintang Mulyana (SMA Yadika 8 Jatimulya, Bekasi), Nanda Arief Setyabudi (SMAN 1 Baturraden), Fitria Septi Ramadhani (SMAN 1 Pamanukan), dan Muhammad Ilhami (MAN Insan Cendekia Tanah Laut).
Asti, si anak petani yang berprestasi dari Jakenan ini sebelumnya pernah mengikuti ajang yang sama, namun gagal. Meski demikian, ia tidak menyerah dan kembali bersemangat mengikuti ajang tersebut di tahun ini, tepat saat dirinya naik jenjang ke kelas XII. Motivasi dan mentoring dari pembimbingnya yakni Dra. Varuni Dian Wijayanti menjadi salah satu yang terus menguatkannya.
“Dimulai dari kegagalan di tahun 2024, saya bertekad bahwa kegagalan bukan akhir tetapi akar dari keberhasilan. Alhamdulillah tahun ini, impian itu akhirnya bisa digenggam. Dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Rektor IPB dan jajarannya atas dukungan dan kepercayaannya. Terimakasih juga untuk Fakultas Pertanian IPB. I believe education can change my life,” tutur Asti.

Asti berfoto bersama Dekan Faperta IPB, Prof. Dr Ir. Suryo Wiyono, M.Sc. Agr.m dan pembimbingnya, Dra. Varuni Dian Wijayanti
Kepala SMAN 1 Jakenan, Sasmito, S.Pd menyambut bangga dan bahagia atas prestasi yang diraih salah satu siswinya tersebut. “Apresiasi setinggi-tingginya untuk ananda Asti Indah Nariswari, semoga menginspirasi teman-teman, dan adik-adik kelas untuk meraih prestasi yang membanggakan, selamat!,” tuturnya.
Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, menegaskan bahwa pemberian golden ticket bukan sekadar penghargaan, melainkan simbol kepercayaan kepada generasi muda calon pemimpin masa depan pertanian.
“Syukur alhamdulillah, kita bisa berkumpul untuk talent spotting, menemukan bibit-bibit unggul calon pemimpin masa depan pertanian. Selamat kepada para pemenang yang mendapatkan golden ticket, semoga ini bermanfaat,” ujar Prof. Arif.
Menurutnya, penghargaan bagi anak-anak petani berprestasi merupakan bagian dari upaya IPB mendorong percepatan transformasi pertanian nasional di tengah tantangan regenerasi petani.
“Kita menghadapi tantangan regenerasi petani. Melalui program ini, kita harapkan lahir technopreneur dan sociopreneur yang mampu memperkenalkan teknologi modern dalam pertanian,” jelasnya.
Prof. Arif juga berbagi pengalamannya meninjau pertanian modern berbasis kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok. Dalam waktu singkat, negara tersebut berhasil bertransformasi melalui inovasi teknologi pertanian.
“Kalau kita tidak lari, kita akan tertinggal. Tapi kita harus optimis karena produktivitas padi Indonesia termasuk tertinggi di Asia Tenggara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof Arif menjelaskan bahwa pertanian masa kini memasuki era Society 5.0, yang tidak hanya menekankan pada digitalisasi dan otomatisasi, tetapi juga keberlanjutan (sustainability), ketahanan (resilience), dan kemanusiaan (humanity).
“Skill masa depan bukan hanya digital dan AI, tapi juga green skill seperti pertanian, konservasi, dan manajemen lingkungan,” jelasnya.
Diikuti 809 Siswa
Ketua Pelaksana OPI 2025, Prof. Syarifah Iis Aisyah, melaporkan bahwa ajang tahun ini diikuti 809 siswa dari 217 sekolah di sembilan provinsi. Terdapat lima kategori lomba, yakni cepat-tepat, gagasan tertulis, esai anak petani berprestasi, foto, dan videografi.
“Dari total peserta, terpilih 11 penerima golden ticket untuk tiga kategori utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari OPI 2024 yang terbukti mampu meningkatkan minat pelajar SMA dan MAN terhadap dunia pertanian.
“Tahun ini energi kami tidak berkurang, dan insyaallah OPI akan terus digelar setiap tahun,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Suryo Wiyono, berharap OPI menjadi wadah silaturahmi dan penjaringan bibit unggul calon ahli pertanian.
“Pertanian membutuhkan generasi muda yang hebat dan bersemangat. Melalui OPI, kami ingin menumbuhkan minat dan kebanggaan terhadap pertanian Indonesia,” ujarnya.

Daftar Pemenang Olimpiade Pertanian Indonesia 2025
| Anak Petani Berprestasi (Golden Ticket) | 1. Asti Indah Nariswari (SMAN 1 Jakenan, Pati)
2. Bintang Mulyana (SMA Yadika 8 Jatimulya, Bekasi) 3. Nanda Arief Setyabudi (SMAN 1 Baturraden) 4. Fitria Septi Ramadhani (SMAN 1 Pamanukan) 5. Muhammad Ilhami (MAN Insan Cendekia Tanah Laut) |
| Gagasan Tertulis (Golden Ticket) | 1. Naufal Dzaky Fadhillah (SMA Al Umanaa Boarding School)
2. Maxima Chesyha Aisyah Sobari (SMA Al Umanaa Boarding School) 3. Hafizhah Nur Azizah Zen (MAN Insan Cendekia Tanah Laut) |
| Cepat Tepat (Golden Ticket) | SMAK Immanuel, Pontianak
1. Devin Antorio 2. Vincent Candra 3. Dion Marpaung |
| Photo Contest | 1. Alisa Salsabila (ZIIS Integrated Islamic Boarding School)
2. Sekar Ayu Sundowo (SMA Negeri 1 Gringsing) 3. Fitri Rahmadani (MAN 2 Kuantan Singingi) Fav: Arthalia Rafa Shofiyah (SMA Swasta Nurul Ilmi) |
| Videografi | 1. Rahma Izzati Basyari (SMAN 1 Cimahi)
2. Thoriqh Taufiqurrahman Lubis (SMA Raudhatul Muttaqin IBS) 3. Iandra Artaghita Damanik (SMAN 6 Pekanbaru) Fav: Fachri Putra Aditia – SMAN Binaan Khusus Kota Dumai) |
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad