16
September
2026
Rabu - : WIB

Kadiskominfo Pati “Kuliahi” Wartawan PWI tentang Jurnalistik Dasar, Etis?

wartaphoto net
2022/10/19 pada wartaphoto
#image_title

WARTAPHOTO.net.PATI – Bertempat di Hotel New Merdeka Pati, Selasa (18/10/22) siang, diadakan acara media gathering dan sosialisasi pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Regsosek) oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Secara garis besar sebagaimana diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati Jumani, bahwa tujuan utama dari Regsosek adalah satu data untuk membangun negeri.

“Regsosek tujuannya kan satu data. Kemudian tujuan besarnya untuk mengurangi kemiskinan masyarakat. Keuntungannya sangat besar dari pendataan secara nasional ini. Nanti kita bisa (mengetahui) data keluarga miskin yang lebih valid. Baik data valid untuk yang miskin dari tingkat ekstrim sampai yang tingkat biasa,” kata Jumani.

Namun demikian, acara ini menjadi kurang mustahak, karena dilanjut dengan acara Forum Group Discussion (FGD) oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto. Dirinya membawakan materi dasar-dasar jurnalistik di hadapan sejumlah wartawan di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati, yang notabene telah jauh melewati tahapan tersebut.

Sebagaimana diketahui, berprofesi sebagai wartawan terlebih di organisasi resmi di bawah naungan dewan pers, tentu harus menempuh jalan yang panjang. Yakni, harus melewati orientasi jurnalistik, memahami dan melaksanakan kode etik jurnalistik, bekerja pada perusahaan yang berbadan hukum pers, hingga lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Adapun materi yang dibawakan oleh Kadiskominfo Pati ini pun menjadi kurang tashih karena dibawakan oleh pejabat struktural yang sebelumnya tidak bersinggungan dengan seluk beluk jurnalistik. Dia berangkat dari jabatan sebagai Kepala TU Kecamatan Jaken pada 2009, Kepala Seksi Logistik tahun 2013, Kadis Perizinan DPMPTSP 2017, Sekretaris SatpolPP 2021, kemudian menjadi Kadiskominfo Pati 2022.

Di tengah penjelasannya, tampak bahwa Kadiskominfo Pati yang baru beberapa bulan dilantik ini masih bias media. Masih belum bisa membedakan mana media mainstream dan media sosial. Hal ini tersirat ketika dirinya menyebut salah satu contoh media yang disebutkannya selalu memberikan informasi positif seperti kuliner dan membantu orang yang kesusahan.

Mungkinkah dirinya lupa bahwa dalam tubuh pers melekat fungsi informasi, hiburan, pendidikan, kontrol sosial, dan perekat sosial? Atau masih belajar sambil mengajar?

Reporter: Revan Zaen
Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close