16
September
2026
Rabu - : WIB

Belajar Sambil Berdampak bersama Program Kampus Mengajar

wartaphoto net
2023/01/03 pada Berita, Pati, wartaphoto

oleh: Sita Dahlia/ Mahasiswa Universitas Muria Kudus

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah salah satu program yang diselenggarakan oleh Kemdikbud.  Kampus mengajar adalah sebuah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa selama 1 (satu) semester untuk membantu para guru dan kepala sekolah jenjang SD dan SMP dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terdampak pandemi. Melalui program ini, mahasiswa bisa membaktikan ilmu, keterampilan, serta menginsprasi para murid sekolah dasar dan menengah tersebut untuk memperluas cita-cita dan wawasan mereka.

Program Kampus Mengajar  merupakan salah satu program dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang memiliki tujuan untuk mengajar, membantu teknologi, dan membantu administrasi sekolah dan guru. Program MBKM dapat dilihat pada laman https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/. Saat ini telah memasuki Angkatan 4.

Salah satu sekolah yang menjadi sasaran dari program Kampus Mengajar adalah SMP Bhakti Praja Kaliwungu yang terletak di Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

SMP Bhakti Praja Kaliwungu sekolah yang menjadi mitra kami, dimana ada 5 mahasiswa yang di tugaskan disana termasuk saya Sita Dahlia jurusan Psikologi dari Universitas Muria Kudus juga rekan saya yang berasal dari kampus dan latar belakang pendidikan yang berbeda – beda. Pada program Kampus Mengajar ini, mahasiswa yang ditunjuk untuk mengikuti program memiliki tanggung jawab dalam membantu pihak sekolah selama masa pandemi ini dalam proses mengajar, membantu adaptasi terhadap teknologi, dan membantu administrasi sekolah.

Program Kampus Mengajar Angkatan 4 dimulai dari tanggal 1 Agustus – 2 Desember 2022. Kegiatan Kampus Mengajar diawali dengan persiapan seperti saya mengikuti pembekalan, penerjunan dan observasi. Dari hasil observasi yang telah dilaksanakan SMP ini memiliki empat kelas dimana setiap kelas berjumlah kurang dari 25 siswa, sedangkan guru yang mengajar berjumlah 17. Literasi dan numerasi pada siswa sekolah tergolong rendah.

Lokasi SMP Bhakti Praja ini berada di dekat jalan raya. Hal tersebut menjadikan lingkungan sekolah yang terganggu banyaknya suara bising kendaraan yang lewat dan rawan terjadi laka lantas dan suara bising juga menyebabkan pembelajaran sedikit terganggu dan siswa tidak fokus pada pembelajaran yang sedang berlangsung. Selain itu, kurangnya penghijauan di taman sekolah, sangat mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar, lingkungan sekolah yang baik maka siswa akan memiliki antusias dan minat belajar yang tinggi pula.

Dengan itu kami membuat program yang relevan sesuai dengan permasalahan siswa maupun sekolah SMP Bhakti Praja Kaliwungu. Adapun beberapa program yang kami terapkan yaitu pengajaran literasi, pohon literasi, pembelajaran numerasi metode drill, penataan perpustakaan, jurnal keaktifan perpustakaan, hijau sekolahku, E-raport dan E-learning (google classroom).

Pelaksanaan program mengajar dengan membantu siswa yang masih kesulitan membaca untuk diajak belajar membaca bersama, mahasiswa mengajak siswa untuk merefleksikan pembelajaran yang telah dipelajari melalui program pohon literasi dengan metode yang menarik dan menyenangkan. Mahasiswa Kampus Mengajar 4 di SMP Bhakti Praja Kaliwungu juga memberikan pelatihan soal numerasi kepada siswa dengan berkolaborasi bersama guru Matematika.

Administrasi dengan membantu guru dengan melakukan penataan ulang perpustakaan, mengkategorikan buku sesuai dengan jenis, tingkatan atau bedasarkan abjad, 16 dan membersihkan ruangan agar siswa lebih nyaman ketika membaca di perpustakaan. Mahasiswa Kampus Mengajar 4 di SMP Bhakti Praja Kaliwungu mengaktifkan kembali perpustakaan sekolah yang sebelumnya ditinggalkan karena pandemi COVID-19 dengan membuat jurnal keaktifan perpustakaan digunakan untuk mencatat keaktifan kunjungan siswa ke perpustakaan untuk kegiatan literasi. Selanjutnya, Mahasiswa Kampus Mengajar 4 di SMP Bhakti Praja Kaliwungu bersama guru dan siswa memanfaatkan lahan kosong yang bisa digunakan untuk media/sarana pembelajaran dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, asri dan bersih.

Adaptasi Teknologi kami membantu guru mengelola penilaian siswa melalui software microsoft excel untuk guru yang membutuhkan agar dapat setiap saat bisa mencetak dan melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik. Kemudian membantu guru menyiapkan media pembelajaran agar pembelajaran yang berlangsung dapat lebih bervariatif dan lebih menarik dengan memanfaatkan platform digital seperti google classroom digunakan guru dan siswa untuk mengumpulkan tugas secara online. Selanjutnya, Mahasiswa Kampus Mengajar 4 di SMP Bhakti Praja Kaliwungu membantu menyiapkan media pembelajaran untuk guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan membuat pengalaman belajar siswa lebih menyenangkan.

 

 

 

 

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close