
WARTAPHOTO.net.MURIA RAYA. Satu dari enam literasi yang penting untuk dikuasai anak muda dalam menghadapi perkembangan zaman adalah literasi finansial. Lima lainnya adalah literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi budaya dan kewargaan. Sebagaimana dilansir Perpustakaan Permendikbudristek, 6 macam literasi ini diharapkan akan membuat anak muda mampu beradaptasi dengan lebih dinamis.
Salah satu literasi finansial yang penting adalah investasi. Sebagaimana diterapkan di SMAN 1 Jakenan, siswa mulai dikenalkan dengan berbagai macam jenis investasi salah satunya danareksa.
Sholihul Fuad,S.Pd., M.Si guru ekonomi SMAN 1 Jakenan sekaligus ketua MGMP Ekonomi Kabupaten Pati mengungkapkan generasi sekarang yang biasa Generasi Z dan Generasi Alpha membutuhkan banyak ilmu, pengetahuan, esensi hingga risiko terkait investasi tak terkecuali danareksa. Salah produk dari danareksa adalah reksadana
Reksa dana sendiri merupakan wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer Investasi, untuk kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.
“Salah satu catatan pentingnya adalah tidak perlu modal besar untuk memulainya. Hanya dengan uang Rp100.000,- saja Anda sudah bisa memulai investasi saham di reksa dana. Kemudian investasi reksa dana juga aman karena diawasi oleh pemerintah melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yaitu lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011,” sambung Sholihul Fuad.
Sementara itu, terkait bagaimana memperkenalkan investasi Reksa dana, guru di SMAN 1 Jakenan menggunakan berbagai sumber belajar. Salah satunya dilakukan oleh Rif’an Zaenal, yang menggunakan youtube sebagai sumber belajar yang efektif.
“Kami pilih konten dari Raditya Dika, salah satu influencer yang cukup matang dalam mengelola keuangannya salah satunya tentang reksadana. Pembawaannya yang cair dengan bahasa yang relate dengan anak muda, cukup efektif mengenalkan reksadana ke siswa,” ungkapnya.
Diungkapkannya pula bahwa orang tua dulu tahunya investasi hanya tanah saja.
“Generasi milenial, Generasi z sekarang sudah bisa menemukan informasi yang mengalir deras. Tinggal kita pilah pilih sumber yang akurat untuk investasi. Pengetahuan tentang investasi memang seyogjanya kita sampaikan sedini mungkin supaya mereka lebih siap nantinya,” terangnya.
Zaenal Abidin, salah satu siswa kelas X SMAN 1 Jakenan mengaku literasi keuangan yang bersumber dari audio visual lebih mudah dipahami.
“Terlebih disampaikan oleh influencer yang kita sendiri juga sudah mengenal semisal Raditya Dika yang kita kenal sebagai komika, penulis buku, vlogger yang ternyata juga pandai mengelola keuangan. Kita jadi tahu kalau sebaiknya 10% dari penghasilan kita sebaiknya diinvestasikan, dan income itu tidak hanya gaji saja tapi banyak jalannya. Reksadana tentu jadi salah satu pilihan menariknya,” tuturnya.
Holding BUMN Danareksa
Sejak Juli 2022, PT Danareksa (Persero) telah menjadi Holding BUMN Danareksa. Holding Danareksa adalah holding yang unik karena menaungi beragam sektor industri. Biasanya, holding BUMN menaungi satu sektor industri.
Holding BUMN Danareksa saat ini terdiri atas 15 (lima belas) entitas anak dan asosiasi.10 perusahaan BUMN yang bergerak di Jasa Keuangan, Konstruksi, Kawasan Industri dan Teknologi ini menambah portofolio anak perusahaan dan entitas asosiasi Danareksa yang awalnya berjumlah 5 perusahaan, kini menjadi total 15 perusahaan.
Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2022 terdapat 10 perusahaan BUMN yang bergabung menjadi anggota Holding, yakni PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT Nindya Karya, PT Balai Pustaka, dan PT Kliring Berjangka Indonesia.
Masing-masing subklaster memiliki sejumlah strategi untuk mentransformasikan bisnis agar dapat lebih bersaing pada skala global.
Penulis: Rif’an Zaenal Ehwan
Editor: A. Muhammad