16
September
2026
Rabu - : WIB

Berburu Barang Preloved dan Vintage di Ajang Pati Thrift Festival, Hari Ini Terakhir

wartaphoto net
2023/02/26 pada wartaphoto

WARTAPHOTO.net.PATI. Thrifting atau kegiatan membeli barang bekas pakai, untuk dipakai kembali diadakan di Gedung PGRI Pati, Kamis-Minggu (23-26/2/2023). Event ini disebut-sebut sebagai bazar produk fashion second-branded terbesar di Kabupaten Pati.

Thrifting bukan berarti kualitas barang yang dijual tidak begitu bagus. Sebaliknya, barang yang dijual di toko thrift biasanya masih dalam keadaan baik dan berkualitas. Barang-barang yang dijual di toko thrift lebih sering disebut dengan istilah preloved.

Ketua Panitia Penyelenggara, Ichsan Chae, mengatakan bahwa pihaknya mengadakan acara ini untuk “mengetes ombak”, menguji pasar thrifting di Pati.

“Ini event pertama kami untuk cek ombak bagaimana pasar di Pati. Semoga dengan adanya event ini kami bisa mengenalkan apa itu dunia thrifting kepada masyarakat Pati secara lebih luas,” kata Ichsan, Kamis (23/2/2023).

Ichsan menyebut, ada 40 stan seller (penjual) produk fashion impor bekas di acara ini. Mereka berasal dari Pati, Purwodadi, Kendal, Jepara, dan Surabaya.

Barang yang dijual bervariasi, mulai dari kaus, kemeja, celana, jaket, hoodie, sweater, topi, hingga sepatu. Berbagai produk bekas-pakai dari berbagai merek-merek terkenal ada di sini, mulai dari Nike, H&M, Uniqlo, Onitsuka, hingga A Bathing Ape (BAPE).

Meski barang yang dijual adalah pakaian preloved atau bekas pakai dari luar negeri, Ichsan memastikan barang yang dijual dalam kualitas dan kondisi baik.

“Barang disortir dulu. Para seller bongkar bal, kemudian barangnya disortir, dilaundry, dan di-display semenarik mungkin. Harganya variatif mulai 30ribuan hingga jutaan tergantung merek, kelangkaan, dan kualitas,” jelas dia.

UMKM dan Musik

Selain bazar produk fashion second-branded, ajang ini juga dimeriahkan 20 stan kuliner UMKM serta live music. Pada hari terakhir juga ada fashion show.

“Pada hari pertama ini antusiasme masyarakat cukup tinggi. Baru setengah hari, sudah tembus seribu pengunjung. Kalau nanti hasilnya (penjualan) bagus, In syaa Allah kami adakan lagi jelang lebaran,” tutur dia.

Aim (25), warga Margoyoso, sengaja datang untuk mencoba berburu pakaian impor bekas berkualitas.

Dia mengaku baru kali ini melakukan thrifting.

“Tadi saya beli jaket. Kualitasnya bagus. Dapat harga Rp150 ribu. Saya lihat bahannya bagus. Barang-barang yang lain di sini saya lihat juga bagus,” kata dia.

Sementara itu, Ahmad Rudi Setiawan (28) bukanlah thrifter pemula. Dirinya berbagi tips berburu barang thrifting.

“Menurut saya yang penting kita bisa membedakan barang ori dengan kw. Di YouTube banyak yang kasih tips thrifting, supaya kita tidak sampai dapat barang palsu. Kalau dari segi kesehatan, menurut saya aman-aman saja. Karena selain oleh penjualnya barang sudah dilaundry sebelum dipajang, biasanya sebelum pakai saya rendam dan cuci lagi,” kata Ahmad Rudi Setiawan yang mengaku sedang berburu jaket, sweater, sama kaos over size.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close