16
September
2026
Rabu - : WIB

Harga Biji Kopi Robusta di Pati Alami Kenaikan, Tembus Rp48 Ribu Per Kilo

wartaphoto
2023/06/13 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. TLOGOWUNGU – Harga biji kopi robusta di Kabupaten Pati mengalami kenaikan.

Hal itu tentu membuat petani kopi bergembira karena dapat meningkatkan taraf ekonomi para petani setempat.

Diketahui, Kabupaten Pati memiliki lahan perkebunan kopi seluas 2.000-an hektare lebih. Itu berada di daerah lereng Pegunungan Muria, diantaranya di Kecamatan Tlogowungu, Gembong, Gunungwungkal, dan Cluwak.

Salah satu petani kopi asal Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu, Aris Susetyo (27) mengatakan, kenaikan harga biji kopi di tahun ini merupakan yang tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk saat ini Pati secara umum sudah panen raya. Harga di kisaran Rp48 ribu per kilogram untuk kualitas bagus, itu yang petik merah,” kata dia saat ditemui Wartaphoto, Selasa (13/6/2023).

Ia menyebut, harga biji kopi tertinggi sebulumnya mencapai Rp32 ribu per kilogramnya.

“Untuk saat ini paling tinggi. Sebelumnya nggak pernah sampai segini. Mentok dulu Rp32 ribu,” ucap Aris.

Meskipun harga kopi dari petani mengalami kenaikan, namun permintaan dari para pelanggan masih tinggi. Khusunya dari para produsen kopi kemasan.

“Permintaan tinggi barang kekurangan. Rata-rata untuk kebutuhan lokal. Ada yang saya jual ke luar darah, seperti Jogja, Jabodetabek, Temanggung, dan Kebumen. Stok menipis ini karena ada pengepul yang menerima biji basah,” tutur Aris.

Menurut Aris, naiknya harga biji kopi dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya mahalnya biaya tenaga kerja pertanian kopi.

“Pengaruhnya karena pupuk mahal dan biaya tenaga kerja tinggi,” ungkap dia.

Sementara itu, salah satu produsen Kopi kemasan, Saiful Muhlis mengatakan, naiknya biji kopi robusta mempengaruhi harga jual kopi kemasan miliknya.

“Di pertengahan 2023 ini sudah menyentuh angka Rp33 ribu, sementara untuk kopi premium (petik merah) bisa mencapai Rp40 ribu dan dipastikan akan terus naik karena banyak tengkulak yang sudah deal (mencapai kesepakatan) harga dengan para petani yang menjadi rekanannya. Kami sebagai produsen kopi kemasan selama ini sudah berusaha menekan biaya produksi karena berasumsi di musim panen tahun ini harga kembali stabil di angka Rp25 ribu ke bawah, namun ternyata malah harganya kian naik,” ujar produsen Kopi Mandala ini.

“Mau nggak mau kami sebagai produsen atau pemasar kopi kemasan harus melakukan penyesuaian harga, minimal harga akan kami naikkan 30 – 50 persen. Misalnya untuk kemasan 100 gram yang biasa kami jual Rp15 ribu nantinya akan naik menjadi Rp17 ribu – Rp20 ribu,” tandas Pria asal Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu ini.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close