16
September
2026
Rabu - : WIB

Sudah 1010 Tangki Air Bersih Disalurkan PMI Pati, H.Haryanto: Masjid dan Pesantren Juga Kita Layani

wartaphoto net
2023/10/27 pada Berita, Nasional, Pati

WARTAPHOTO.net.PATI – Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Pati melanda lebih dari 80 desa. Pemerintah daerah setempat pun menerapkan status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati terus bergerak memberikan bantuan air bersih. Hingga 26/10/23 tak kurang dari 5 juta liter air bersih terdistibusikan.

“Malam ini sudah tangki ke-1.010 yang terdistribusikan. Setelah ini juga kami masih berikan bantuan lagi sesuai jadwal. Sebab permintaan bantuan tiap hari sangat banyak,” kata Ketua PMI Pati H. Haryanto ditemui di Desa Gajahkumpul Kecamatan Batangan.

PMI Pati sendiri setiap hari mengirimkan rata-rata 25 sampai 30 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5 ribu liter ke desa-desa terdampak kekeringan.

Mantan Bupati Pati dua periode ini menyebut seluruh air yang didistribusikan itu bersumber dari sumur sedalam 60 meter yang berada di Kantor PMI Pati.

“Kami bersyukur. Kami buat sumur itu 1,5 tahun lalu. Tiap hari kami ambil sampai 25-30 tangki. Airnya tidak habis. Selain itu saat musim kemarau airnya juga tetap jernih, tidak berubah. Kami bersyukur bisa bermanfaat untuk kegiatan sosial,” ujar dia.

Haryanto menambahkan, selain untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, pihaknya juga mengirimkan bantuan air untuk kebutuhan rumah ibadah.

“Kalau kebutuhan mendesak, kami kirim ke tempat ibadah juga. Seperti tadi malam ada permintaan dari masjid di Tambakromo dan Gadudero (Sukolilo) yang kehabisan air. Kemudian juga di pondok pesantren,” ujar dia.

Haryanto berharap, upaya dari PMI Pati ini setidaknya bisa meringankan beban masyarakat pada musim kemarau panjang ini.

“Kalau (bantuan air) masih kurang, tinggal hubungi saya saja. Banyak yang sudah kenal saya, tinggal telepon atau WA nanti saya kirimi air,” tandas Haryanto.

Ketua PMI Pati, H. Haryanto diajak berfoto bersama warga yang dikirimi bantuan air bersih.

Salah satu warga Gajah Kumpul, Juminah, mengatakan bahwa sudah tiga bulan ini desanya dilanda kekeringan. Sebelum terjadi kekeringan, warga biasa mengambil air dari sumber di sawah.

“Tapi sekarang airnya di sana asin, tidak bisa dipakai untuk masak. Untuk mandi saja lengket di kulit,” ucap dia.

Saat ini warga bergantung pada bantuan air bersih dari pihak luar. Biasanya bantuan datang setidaknya sepekan sekali atau tiga hari sekali.

“Kadang juga terpaksa beli Rp80 ribu untuk kebutuhan masak dan minum seminggu,” ujar dia.

Juminah bersyukur masih ada pihak-pihak yang peduli, termasuk PMI.

“Terima kasih bantuannya dari PMI, paling tidak bisa untuk memasak seminggu ke depan,” tandas dia.

Reporter: Revan

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close