16
September
2026
Rabu - : WIB

Bertandang ke Manado, Persipa Pati Dapat Teror Berlebihan

wartaphoto net
2024/01/27 pada wartaphoto

WARTAPHOTO.net.PATI – Skuad Persipa Pati mendapatkan perlakuan tak mengenakkan saat menjalani Official Training di Standion Klabat, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (26/1/2024). Rombongan Persipa Pati mendapat teror dan serangan fisik terhadap official dan manajemen.

Video keributan yang terjadi di area stadion beredar di media sosial.

CEO Persipa Pati Joni Kurnianto mengeluhkan peristiwa tidak mengenakkan tersebut. 

“Saya dihubungi lewat telepon oleh Mas Dian, Manajer Persipa Pati. Ada bukti foto dan videonya juga, katanya ofisial, pelatih, pemain, dan manajemen, mengalami intimidasi dari oknum, nggak tahu suporter atau bukan, di Stadion Manado,” ungkap Joni.

Saat itu, Persipa Pati menjajal lapangan sebagai persiapan sebelum bertanding melawan tim tuan rumah Sulut United dalam lanjutan babak play off degradasi Liga 2, Sabtu (27/1/2024). Saat tiba di stadion,  rombongan Persipa Pati diteriaki dengan kata-kata kasar. Namun, bagi Joni, jika sebatas itu adalah hal biasa dalam dunia sepak bola. Perang urat syaraf atau psy war yang masih bisa ditoleransi.

Namun, Joni menyayangkan bahwa ada kontak fisik yang dilakukan.

“Tapi manajer dan asisten manajer, Mas Agung Prasetyo, dipukul. Ada kontak fisik. Ada foto dan videonya. Ada juga yang mengancam pakai sejenis pisau, seolah mau menusuk,” kata dia.

Tak hanya itu, dalam lapangan, di area kiper, juga disebari pecahan kaca atau beling. Beruntung, pihak ofisial tim mengetahuinya terlebih dahulu dan menyingkirkan pecahan-pecahan kaca itu sebelum ada yang terluka.

“Kita sepak bola tahun berapa sih sekarang? Mau maju gimana? Kalau hanya ucapan teror berupa mercon dan sejenisnya, oke lah. Tapi kalau sampai memukul dan ngancan pakai sajam, itu berlebihan,” tegas Joni.

Yang lebih disayangkan, kata Joni, match commisioner tidak ada. Pengamanan dari kepolisian juga tidak ada.

Padahal kalau di Pati, lanjut dia, pihak kepolisian selalu melakukan pengawalan dan pengamanan, baik saat official training maupun setelah pertandingan.

Joni berharap pihak kepolisian bisa memberikan perlindungan pada seluruh jajaran tim. PSSI dan LIB juga harus tegas menangani kejadian seperti ini.

“Panpel harus menjamin keamanan tim tuan rumah maupun tim tamu,” tegas dia.

Atas kejadian ini, pihaknya sudah melapor kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Sekjen PSSI Yunus Nusi, serta pihak Exco PSSI.

Reporter: Revan

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close