16
September
2026
Rabu - : WIB

Kue Kering Bikinan Napi Lapas Pati Laris Manis Jelang Lebaran

wartaphoto
2024/03/20 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Sudah tiga tahun ini, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kabupaten Pati memproduksi kue kering untuk lebaran Idulfitri.

Kue-kue buatan para narapidana ini memang banyak diminati masyarakat. Seperti pada Ramadan 1445 H ini, mereka kebanjiran pesanan.

Ada 15 warga binaan yang memproduksi kue lebaran di Ruang Kegiatan Tata Boga Lapas Pati. Di tempat itu, mereka membuat nastar dan juga pastel.

Mereka punya tugas masing-masing. Ada yang membuat adonan nastar dan pastel. Kemudian ada yang memasukkan isian selai dalam adonan nastar dan isian abon dalam adonan pastel. Ada juga yang bertugas memasak adonan di tungku oven.

Selain itu ada pula yang bertugas melakukan pengemasan kue dalam toples yang diberi label “Pas_ti SAE Cake & Bakery”.

Dalam bahasa Jawa, sae artinya “bagus”. Pasti SAE juga merupakan singkatan dari “Lapas Pati Sarana Asimilasi dan Edukasi”.

Kue buatan para napi ini juga sudah berizin edar, seperti ada izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan juga bersertifikat Halal.

Kasi Pembinaan Narapidana, Anakdidik, dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Pati, Eko Budihartanto menuturkan, pada bulan Ramadan ini, pihaknya menerima banyak pesanan kue dari luar, baik instansi, perusahaan, maupun masyarakat umum.

“Hingga saat ini sudah ada pesanan masuk sebanyak 1.850 toples. Kalau dalam sehari, warga binaan bisa produksi lebih dari 100 toples. Baru-baru ini kami juga dapat pesanan 300 toples dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) di Bogor,” tutur dia (20/3/2024).

Adapun harga kue nastar itu dibandrol Rp 29 ribu tiap toplesnya.

Dari hasil penjualan, para napi mendapat  bagian premi. Proporsinya untuk premi sebesar 50 persen, 10 persen untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), 20 persen untuk modal bahan baku, dan 20 persen untuk alat produksi.

Karji, Narapidana Pemuka Kegiatan Kerja di Lapas Pati, bersyukur dengan adanya kegiatan pembinaan kemandirian berupa pembuatan kue kering ini. Menurut dia, ini bisa dijadikan bekal ketika nanti sudah kembali ke masyarakat.

“Harapannya besok ketika kami telah menyelesaikan masa pidana di Lapas Pati dan kembali ke masyarakat, kami sudah punya bekal untuk mencari penghidupan yang baru,” kata dia.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close