
WARTAPHOTO NET. JUWANA– Dalam rangka memeriahkan acara sedekah bumi, masyarakat Desa Growong Lor Kecamatan Juwana Pati, menggelar lorodan atau panjat pinang.
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman punden Mbah Ronggo Dengklik pada Minggu (23/6/24) sore berlangsung sangat meriah.
Tampak ratusan penonton sangat antusias menyaksikan hiburan yang telah dinanti sejak siang.
Adapun dalam panjat pohon pinang tersebut, diikuti 2 kelompok. Kelompok 1 terdiri dari 8 orang dan kelompok ke 2 terdiri dari 7 orang.
Untuk bisa mendapatkan hadiah uang jutaan rupiah sebagai pengganti lelah, mereka harus berlomba-lomba memanjat pohon pinang dengan ketinggian yang berbeda. Kelompok 1 setinggi 8,5 meter dan kelompok ke 2 setinggi 8 meter.
Pohon pinang yang kulit luarnya sudah dihaluskan dan dilumuri pelumas agar licin membuat kesulitan para peserta untuk memanjatnya sampai ke atas. Mereka berkali-kali melorot. Bahkan sampai ada yang terjatuh.
Dengan semangat, kekompakan dan dukungan dari penonton, akhirnya kelompok ke 2 berhasil memanjat sampai ke atas.
Namun, untuk kelompok 1, gagal sampai ke atas walaupun sudah berkali-kali mencoba. Panitia pun akhirnya menghentikanya, karena waktunya sudah menjelang magrib. Meski gagal, mereka juga mendapatkan uang lelah dari panitia, besarnya sama dengan peserta yang berhasil sampai ke atas.
Walaupun ada yang gagal, penonton pun puas melihatnya, karena lorodan ini adalah permainan yang sangat menghibur.
Ketua penitia, Sudirno menyampaikan, lorodan atau panjat pinang di sedekah bumi ini, selain untuk memeriahkan juga untuk menghibur masyarakat, terutama warga Desa Growong Lor.
“Lorodan ini sudah menjadi tradisi di desa kami dalam acara sedekah bumi. Selain bisa menghibur masyarakat, permainan tradisi ini juga bisa untuk menjalin kebersamaan antar warga,” ucapnya.
Mengenai peserta panjat pinang yang gagal, dia mengatakan, hal itu adalah hal yang wajar di dalam suatu permainan.
“Dulu juga ada yang gagal, jadi itu hal yang biasa. Untuk itu, jangan dijadikan bahan perbincangan di kalangan warga,” kata Sudirno.
Sementara itu, Kepala Desa Growong Lor, Sunarjo yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, tujuan dari lorodan atau panjat pinang ini dalam rangka untuk memeriahkan sedekah bumi.
“Lorodan ini sudah menjadi tradisi tahunan di desa kami dalam acara sedekah bumi. Alhamdulillah, acaranya berjalan lancar, walaupun ada satu pohon pinang yang gagal dipanjat sampai ke atas oleh peserta. Untuk itu kami minta maaf apabila ada kekurangan, untuk tahun depan nanti kita benahi lagi,” katanya.
Reporter : Arton
Editor : A. Muhammad.