16
September
2026
Rabu - : WIB

Melihat Kemegahan Masjid Baiturrohman Soneyan Margoyoso, Bergaya Arsitektur Gotik Khas Eropa

wartaphoto
2024/07/31 pada Berita, Pati, Viral, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. MARGOYOSO – Masjid Baiturrohman yang berada di Dukuh Kedungpanjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, memiliki bentuk bangunan yang unik. Sebab, keindahan bangunannya mengadopsi gaya arsitektur gotik.

Bendahara Masjid Baiturrohman Kedungpanjang, Giyarso Raharjo mengatakan, masjid ini berdiri sejak 1960-an. Kemudian pada tahun 2016 direnovasi menjadi seperti sekarang ini.

“Awalnya kecil, hanya musala berbentuk seperti gazebo. Setelah itu tiga kali direnovasi dan diperbesar. Mulai 2016 direnovasi menjadi seperti ini,” kata dia saat ditemui di Masjid Baiturrohman, Rabu (31/7/2024) siang.

Ia menyebut, panitia pembangunan sudah menghabiskan anggaran mencapai Rp 3 miliar untuk merenovasi masjid ini.

Dana itu berasal dari swadaya warga di sembilan Rukun Tetangga (RT), dan juga dari beberapa donatur.

“Saat ini lantai dua belum selesai dibangun. Namun untuk sementara diberhentikan dulu,” ucap dia.

Muri, Muadzin Masjid Baiturrohman Kedungpanjang, menjelaskan bahwa desain masjid yang dibangun ini merupakan hasil kesepakatan antara para donatur dan panitia pembangunan masjid.

Sebelum memulai renovasi, pihaknya diberikan tiga pilihan desain oleh arsitek, yaitu berbentuk joglo, kemudian minimalis, dan gaya arsitektur gotik.

“Berdasarkan kesepakatan pilihannya yang ketiga, yaitu bentuk seperti ini,” tutur dia.

Muri menuturkan, warga Kedungpanjang merasa senang dengan keberadaan masjid ini. Mereka tidak menyangka jika desanya jadi lebih dikenal karena punya masjid seperti ini.

“Apalagi setelah ditetapkan sebagai desa wisata, lebih banyak orang luar yang datang,” tutur dia.

“Pernah ada orang yang naik mobil, kemudian turun hanya untuk foto di depan masjid. Mungkin karena gaya arsitektur masjidnya belum pernah dilihat di tempat lain,” lanjut dia.

Sementara arsitek masjid Baiturrohman Kedungpanjang, Wisnu Nugroho alias Yeyen mengungkapkan, dirinya berani menerapkan gaya arsitektur gotik karena rancangan yang dia buat disetujui oleh pengurus masjid.

“Sepengetahuan saya di Indonesia belum ada masjid dengan langgam arsitektur gotik. Arsitektur Eropa kan ada banyak langgam, salah satunya gotik,” kata dia.

Ia menjelaskan, arsitektur gotik di Eropa kebanyakan digunakan untuk membangun gereja.

“Kalau masjid, belum ada yang menggunakan arsitektur gotik. Sehingga saya coba dan ternyata panitia masjid setuju,” jelas putra daerah Desa Soneyan yang saat ini berdomisili di Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso ini.

Yeyen semakin mantap dengan pertimbangan bahwa ada pula masjid-masjid lain dengan gaya arsitektural yang identik dengan rumah ibadah agama lain.

“Gotik juga tidak hanya digunakan untuk Gereja. Banyak juga gedung-gedung pemerintahan. Misalnya gedung parlemen di Hungaria dan gedung pemerintahan di London,” sebut dia.

Ia menyampaikan, baru kali ini dirinya mendesain masjid bergaya gotik.

“Filosofinya, kalau bangunan berasitektur gotik itu punya banyak ornamen yang berbentuk lancip tinggi dan mengarah ke atas. Kalau tempat ibadah kan filosofinya menuju kepada Yang di Atas,” tandas dia.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close