
WARTAPHOTO. NET. JUWANA– Kirab budaya haul mbah Demang Desa Bakaran Kulon Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, pada Kamis (1/8/2024) siang berlangsung meriah.
Kendati cuaca panas, ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang rute yang dilewati peserta kirab.
Dalam kirab tersebut, diikuti oleh seluruh RT desa setempat. Mereka menampilkan 2 gunungan, 2 tumpeng, serta kreasi seperti wayang orang, mobil hias, kelompok kesenian dan lainnya.
Sebelum peserta kirab diberangkatkan, diadakan seserahan bunga tabur dari paguyuban guyub rukun Desa Bakaran Wetan dengan paguyuban Desa Bakaran Kulon. Setelah itu, gunungan dan nasi tumpeng diarak menuju punden Nyi Ageng Desa Bakaran Wetan.
Selepas diarak dari punden Nyi Ageng, rombongan pembawa gunungan dan nasi tumpeng kemudian menuju ke start kirab budaya, yakni di perbatasan desa setempat. Tepat pukul 13.30 WIB kirab budaya pun dimulai.

Pantauan Wartaphoto di lokasi, sepanjang jalan rute yang dilewati para peserta kirab, ribuan warga tampak senang dikarenakan kirab budaya tahun ini lebih meriah dibandingkan kirab tahun kemarin. Mereka pun tak lupa mengabadikan momen tersebut dengan ponsel genggamnya.
Setelah sampai di punden mbah Demang, gunungan hasil bumi dan tumpeng yang berisikan nasi dengan lauk-pauk lengkap pun jadi rebutan warga.
Yani, salah satu warga yang ikut rebutan mengatakan, dirinya sengaja datang di punden mbah Demang mencari berkah dari tumpeng yang dikirab.
“Kami mendapatkan nasi dan ikan bandeng, nanti sampai di rumah dimakan bersama keluarga,” kata Yani.
Sementara itu, Kepala Desa Bakaran Kulon, Dadik Utomo mengatakan, tujuan dari kirab tersebut adalah untuk melestarikan budaya yang ada di desanya.
“Kirab budaya ini untuk mengangkat budaya Desa Bakaran Kulon, artinya menguri-uri budaya dan tidak lepas mengingat jerih payah leluhur-leluhur kita yang sudah merintis Desa Bakaran Kulon,” ucapnya.
Selain kirab budaya, untuk memeriahkan acara haul mbah Demang, pihak panitia sebelumnya telah melaksanakan beberapa acara, seperti khataman dan sindenan. Kemudian malam ini ditutup dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Aan Bagus Saputra dari Wonogiri.
Reporter : Arton
Editor : Revan Zaen