
WARTAPHOTO.NET. PATI – Pemerintah Kabupaten Pati lakukan pisah sambut Penjabat (Pj) Bupati Pati, dari Penjabat lama Henggar Budi Anggoro kepada Penjabat baru Sujarwanto Dwiatmoko. Kegiatan tersebut dilakukan di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (15/8/2024) malam.
Turut hadir dalam pisah sambut tersebut di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Jumani, Forkopimda Kabupaten Pati, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Pati, tokoh agama dan masyarakat, serta dari instansi terkait.
Sejumlah ucapan baik karangan bunga, hingga video juga turut ditampilkan pada malam pisah sambut Penjabat Bupati Pati pada Kamis Malam tadi.
Video dan foto selayang pandang selama Henggar Budi Anggoro menjadi Penjabat Bupati Pati juga turut ditampilkan, kesan haru terlihat dari para tamu undangan yang hadir.
Dalam sambutannya, Henggar Budi Anggoro mengungkapkan rasa harunya lantaran tidak menduga pisah sambut malam ini terlihat meriah. Ia juga mohon pamit dan meminta maaf bila selama menjabat Bupati Pati ada kesalahan serta kekhilafan.
“Pada kesempatan malam ini saya izin mohon diri, kami berdua bersama ibu mohon pamit. Tetapi pintu persaudaraan kita, kekeluargaan kita tetap terbuka kagem bapak ibu sekalian,” ungkapnya.
Ia berharap apa yang selama ini telah dijalankan bersama-sama dalam memajukan Kabupaten Pati, dapat dilanjutkan oleh Penjabat Bupati Pati yang baru.
Semantara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Jumani mengungkapkan, bahwa selama ini kinerja Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro sangat baik, bahkan ia juga sempat membacakan sebuah pantun untuk Henggar Budi Anggoro.
“Bila tidak dikarenakan unggas, tidaklah rusak padi di sawah. Kalaulah tidak dikarenakan tugas, hati ini tidak sanggup untuk berpisah. Jadi saya kira pantun itu sangat tepat untuk mengungkapkan narasi kebatinan kita saat ini, setelah dua tahun bersama pak Henggar dan Ibu,” sebut Jumani.
Jumani menambahkan, bahwa Henggar memiliki karakter pribadi yang ceria, mudah bergaul dengan berbagai kalangan serta hobi berolahraga.
“Selama ini beliau terus menjaga silaturahmi dan komunikasi yang baik, tentunya kita tidak pernah ada permasalahan selama ini. Baik itu secara pribadi ataupun secara kedinasan. Jadi kami atasnama teman-teman OPD mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pak Henggar dan Ibu dan kami juga memohon agar silaturahmi ini terus terjaga,” tandasnya.
Sedangkan Penjabat Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko dalam sambutan perkenalannya mengaku senang bisa ditunjuk sebagai Penjabat Bupati Pati. Ia mengaku, selama ini belum pernah berdinas di Pati. Sehingga ia hanya mendengar berbagai budaya dan karakteristik masyarakatnya dari teman-temannya.
“Kalau malam ini pak Henggar sudah dibebaskan dari tugas ganda. Tapi saya tugasnya makin berat, tambah ganda. Tapi senang, karena ya di Pati dan saya belum pernah berdinas di daerah Pati,” ungkapnya.
Sujarwanto menegaskan bahwa selama menjabat Bupati Pati kali ini, ia hanya memiliki 3 poin s dalam melanjutkan kepemimpinan Henggar Budi Anggoro. Yakni yang pertama, memastikan Pilkada untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati maupun Gubernur Jawa Tengah bisa berjalan dengan baik. Kedua, menjalankan fungsi pemerintahan dan tugas pelayanan masyarakat.
“Pemerintahan itu adalah pamong. Momong itu kadang juga dimarahi, karena kelasnya momong itu adalah abdi. Maka kami siap untuk dimarahi tapi semua pasti untuk kebaikan Pati,” jelasnya.
Sedangkan yang ketiga, bersama-sama untuk menjalankan pembangunan Pati agar terus maju.
Ia juga sempat bergurau bahwa ada tugas lain yang harus dijalankan, yakni dengan makan bandeng srani, nasi gandul juga kepala manyung. Hal itu dilakukan dalam rangaka untuk memperkenalkan wisata kuliner kepada daerah-daerah lain.
“Mudah-mudahan selama saya di sini, itu menjadi tugas ekstra,” pungkasnya.
Kegiatan pisah sambut diakhiri dengan penyerahan gambar tokoh wayang yang ditandatangani bersama oleh Sekretaris Daerah serta Forkopimda Pati, yang kemudian ditutup dengan pemberian ucapan salam perpisahan kepada Penjabat Bupati Pati yang lama Henggar Budi Anggoro serta salam selamat datang kepada Penjabat Bupati Pati yang baru, Sujarwanto Dwiatmoko.
Reporter : Dimas
Editor : Revan Zaen