
WARTAPHOTO.net. LASEM – Kirab akbar budaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Makco Thian Siang Sing Bo berlangsung semarak di Lasem, Kabupaten Rembang, Minggu (20/4/2025). Sebanyak 70 patung dewa (rupang) dari kelenteng-kelenteng di berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, hingga Sumatera turut dikirab keliling kota.
Acara diawali dengan sembahyang bersama di Kelenteng Cu An Kiong, Desa Soditan, Kecamatan Lasem. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kiem sin (roh suci) dari luar kota dan dimulainya kirab budaya pada pukul 10.30 WIB.
Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, didampingi istrinya Cynthia Riza, serta Bupati Rembang, Harno, secara resmi membuka kirab budaya ini. Sekaligus meresmikan monumen perjuangan sebagai bagian dari rangkaian acara.

Bupati Rembang Harno, bubuhkan tanda tangan, dilanjutkan Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha yang turut hadir dalam acara langka ini, Foto: Revan/ wartaphotoNet
Dalam sambutannya, Wamen Giring menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal. “Kirab budaya seperti ini adalah warisan yang harus dijaga dan diwariskan ke generasi berikutnya. Pemerintah pusat siap berkolaborasi dengan daerah untuk mendukung kegiatan semacam ini,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini bisa menggerakkan ekonomi kreatif dan memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Tak lupa Giring juga mengingatkan pengunjung bahwa salah satu batik ternama Indonesia adalah Batik Lasem, sehingga tak lengkap datang di Lasem kalau belum membawa oleh-oleh Batik Lasem.
Kirab ini menjadi momen yang sangat dinantikan masyarakat. Pasalnya, kegiatan serupa terakhir kali digelar 13 tahun silam. Ribuan warga memadati jalan-jalan utama Lasem untuk menyaksikan rombongan kirab, bahkan tetap bertahan meski diguyur hujan sekitar pukul 11.00 siang.

Sempat diguyur hujan, kirab tetap berlangsung meriah. Foto: Revan/ wartaphotoNet
Rute kirab cukup panjang, dimulai dari Klenteng Cu An Kiong, menyusuri jalan Dasun, Bagan, Gedong Mulyo, Layur, hingga memasuki jalur Pantura Lasem. Kirab juga melewati sejumlah titik ikonik seperti Klenteng Gie Yong Bio, Masjid Jami Lasem, Klenteng Poo An Bio, hingga Rumah Merah Heritage. Rombongan akhirnya kembali ke titik awal di Cu An Kiong sekitar pukul 15.00 WIB.
Sunarto alias Nyo Ping Cuan, salah satu peserta dari Klenteng Tjoe Hwie Kiong di Karanggeneng, mengaku sangat antusias bisa ambil bagian. “Senang sekali, apalagi acara ini terakhir diadakan 13 tahun lalu. Harapannya, masyarakat semakin mengenal budaya Tionghoa,” tuturnya. Ia menjelaskan, rupang Makco selalu dikawal oleh rupang Kong Co sebagai ‘pencari jalan’.
Kehadiran ribuan peserta dan penonton membuat lalu lintas di kawasan Lasem padat. Pihak kepolisian menerapkan sistem buka-tutup jalan untuk mengurangi kemacetan, sementara kendaraan pribadi dan truk kecil dialihkan ke jalur alternatif Rembang – Pamotan – Sedan – Kragan.
Reporter: Revan
Fotografer: Arton, Revan
Editor: A. Muhammad