
WARTAPHOTO.net. DUKUHSETI – Karnaval Sedekah Bumi Desa Bakalan berlangsung meriah. Sejumlah warga menampilkan hasil bumi pada karnaval yang digelar pada Sabtu (24/5/2025).
Hasil bumi yang ditata menyerupai gunungan yang disebut warga setempat sebagai ancak atau jegul menarik perhatian warga dan pengunjung.
Momen perayaan sedekah bumi ini menjadi kesempatan bagi beberapa pedagang untuk mengais rejeki.
Widodo, pedagang siomai asal Rembang, sengaja datang ke Desa Bakalan untuk menjajakan dagangannya bersama sang istri. Ia mengatakan bahwa wilayah Dukuhseti menjadi tempat favorit para pengunjung karnaval karena banyak sound horeg Jatim yang hadir, sehingga penontonnya selalu banyak.
“Alhamdulillah dagangannya ya ada saja yang beli. Kalau Tayu ke utara sampai Dukuhseti itu selalu ramai,” ungkap Widodo.
Ia mengatakan bahwa setidaknya ada 50 porsi siomai yang laku terjual pada satu even karnaval desa, dengan harga Rp 5.000 per bungkus.
Sementara itu, Ratno, pedagang es teh keliling asal Tayu Kulon, juga senang dapat berjualan pada even karnaval ini. Meskipun cuaca sedikit mendung, dagangannya tetap laris terjual.
“Kalau dari kemarin malam kan gerimis terus, tapi pas siangnya cuaca cerah. Jadi ya laris,” ucapnya.
Ratno mengatakan bahwa ia “nimbal” (bergeser lokasi -red) dari Desa Kalikalong ke Desa Bakalan untuk menjajakan es tehnya. Ia berencana untuk istirahat malam ini dan kembali berjualan besok pagi di lokasi lain yang ada karnaval.
“Tadi dari Kalikalong terus ke Bakalan, kan bareng karnavalnya. Kalau besok lihat situasi, kalau engga “mremo” ( berjualan ) di Grogolan ya di Mbondol,” pungkasnya.
Diketahui momen karnaval di Bumi Mina Tani masih menjadi daya tarik bagi pengunjung baik dalam kota maupun luar kota. Bahkan sejumlah konten kreator dari Jawa Timur rela datang untuk mengabadikan momen-momen menarik di pada bersih desa yang digelar pada bulan Dzulqa’dah atau bulan Apit ini.
Reporter: Anwarudin
Editor: Revan Zaen