16
September
2026
Rabu - : WIB

Begini Cara Warga Pasucen Pati Melestarikan Kesenian Gongcik yang Eksistensinya Hampir Meredup

wartaphoto
2025/06/25 pada Berita, Budaya, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. TRANGKIL – Eksistensi kesenian bela diri Gongcik kini hampir meredup. Padahal, kesenian itu pernah masyhur di Kabupaten Pati pada zaman dahulu.

Salah satu cara agar kesenian tersebut tidak tergerus zaman adalah dengan menggelar pertunjukan untuk mengenalkannya kepada masyarakat luas. Seperti halnya yang dilakukan warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil. Warga di sana masih aktif menggelar kesenian Gongcik bahkan melakukan regenerasi turun-temurun.

“Seperti menjelang bulan Syuro ini kami mengadakan pertunjukan Gongcik dari berbagai lintas generasi, mulai dari usia SD, SMP, remaja, hingga orang tua. Mereka berasal dari Kecamatan Trangkil, Tlogowungu, Wedarijaksa, dan Margoyoso. Pertunjukan ini juga dalam rangka memperingati Haul Mbah Wiro Padi, dahulu beliau yang mengajarkan Gongcik kepada masyarakat Pasucen khususnya,” jelas salah seorang pelestari kesenian Gongcik, Ahmad Faozi, usai menggelar pertunjukan, Selasa (24/6/2025) malam.

Melalui kegiatan ini, kata Faozi, pihaknya mengajak dan memberi pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga serta melestarikan kesenian Gongcik.

“Kami mengadakan pertunjukan lintas generasi dari beberapa kecamatan ini tujuannya agar saling menjaga dan tukar pengalaman. Terkhusus generasi muda, kami memberikan kebebasan dalam berkreasi agar mereka merasa bangga dan merasa memiliki kesenian ini,” kata dia.

Ia menceritakan, Gongcik memiliki sejarah yang panjang di Desa Pasucen, yaitu sejak kehadiran Mbah Wiro Padi sekitar tahun 1835. Saat itu Gongcik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai upaya pembekalan masyarakat untuk membentengi diri dari penjajah sekaligus sebagai ajang dakwah dan syiar agama Islam.

“Itu berkembang pesat di era penjajahan karena bisa membekali masyarakat untuk melindungi diri sendiri. Biar tidak ketahuan (penjajah), makanya diiringi dengan tabuhan musik,” terang Faozi.

Pria yang kerap disapa Ocheng iki menambahkan, kesenian Gongcik hingga saat ini masih eksis di desanya. Bahkan masih ada puluhan orang yang menekuni kesenian bela diri itu.

Untuk diketahui, Gongcik merupakan kesenian bela diri yang dimainkan secara berpasang-pasangan. Para pendekar mengenakan pakaian serba hitam seperti seragam pencak silat, lengkap dengan ikat kepala atau peci hitam.

Pendekar yang beradu jurus serupa tari-tarian itu diiringi dengan tabuhan sejumlah alat musik seperi gong, ning nong, kendang, dan jidor. Kesenian ini biasanya ditampilkan di acara hajatan maupun sedekah bumi.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen
Foto : Dokumentasi Gongcik Singo Padi

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close