16
September
2026
Rabu - : WIB

Guru BK SMPN 2 Margoyoso Pati Ciptakan Media Pembelajaran MEDIS SBTE, Seperti Ini Penerapannya

wartaphoto
2025/07/20 pada Berita, Pati, Pendidikan, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Khoirun Nisak Nur Ellya Lutfiana, seorang guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMP Negeri 2 Margoyoso, Kabupaten Pati, menciptakan  media pembelajaran inovatif bernama MEDIS SBTE (Media Interaktif Sekolah Smart Box Technology Education). Inovasi ini ia hadirkan sebagai solusi atas tantangan pembelajaran yang kerap dirasakan monoton dan kurang mendalam oleh para murid.

Khoirun Nisak menyampaikan, inovasi ini dilatar belakangi oleh banyaknya murid yang belum memahami materi yang telah disampaikan oleh para guru.

“Setelah proses pembelajaran masih banyak murid yang belum paham dengan materi yang disampaikan karena cara belajar yang monoton dan membosankan sehingga kurang mendalam,” jelas dia, Minggu (20/7/2025).

Ia pun menyoroti stigma negatif terhadap pelajaran BK. Menurut Nisak, masih banyak murid yang menganggap pelajaran BK itu menakutkan, menginterogasi, dan membosankan karena hanya mendengarkan guru ceramah.

Berangkat dari hal tersebut, dirinya berinovasi untuk mewujudkan proses pembelajaran yang hidup di kelas.

MEDIS SBTE adalah media pembelajaran berupa kotak yang dibuat dari bahan sederhana namun di dalamnya memuat berbagai materi, kuis, bahkan instruksi belajar sehingga menjadikan media ini lebih menarik dan penuh kejutan. Media pembelajaran ini menggabungkan teknologi modern dan tradisional sehingga bersifat aplikatif untuk dapat diterapkan di pelajaran dan jenjang kelas lain.

Adapun keunikan media ini terletak pada dukungannya terhadap teknologi, di mana materi dapat disajikan dalam bentuk presentasi PowerPoint, video, gambar, tautan web, kuis interaktif, hingga permainan. Pengaplikasiannya berupaya mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid, sesuai kebutuhan mereka, melalui media yang inovatif, kreatif, dan interaktif, sehingga mampu mendorong semangat dan daya tarik siswa.

Sementara penerapan MEDIS SBTE melalui tiga tahapan utama.

Pertama, Tahap Pra, dimulai dengan dialog bersama murid untuk menggali kebutuhan dan keinginan mereka terkait proses, suasana, media, dan metode pembelajaran. Setelah menampung aspirasi, guru dan murid bersama-sama merancang media pembelajaran yang menarik.

Kemudian yang kedua, Tahap Aksi, memungkinkan media ini dibuat langsung oleh guru atau secara kolaboratif bersama murid. Pada tahap ini, setiap kelompok diberi kebebasan untuk menyiapkan materi dan isinya yang kemudian akan dipresentasikan atau melalui metode windows shopping.

Ketiga yakni Tahap Pasca. Yang mana, itu melibatkan proses pemahaman bersama dengan menyimpulkan hasil belajar dan dilanjutkan dengan refleksi.

Nisak menuturkan, penerapan MEDIS SBTE hasilnya sangat memuaskan. Menurutnya, siswa sangat antusias dan semua kelompok aktif untuk saling berbagi tugas.

“Semua menggali dan mengembangkan ide serta potensi yang dimiliki,” tutur dia.

Ia menjelaskan bahwa metode windows shopping yang diterapkan memberikan kesempatan bagi setiap kelompok untuk menjelaskan seperti guru dan mendengarkan seperti murid, sehingga pemahaman yang didapat lebih luas dan beragam. “Saya sudah menerapkan ini pada pelajaran BK dan hasilnya sangat efektif. Saya menjadi lebih dekat dan akrab dengan murid, sehingga mengurangi kesan bahwa BK itu menakutkan,” jelas Nisak.

Inovasi ini pertama kali muncul saat dirinya mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 11 dan berhasil masuk empat besar. Nisak terus mengembangkan inovasinya dalam pembelajaran dan berencana mengajukan MEDIS SBTE untuk mengikuti inovasi daerah tahun 2024/2025.

Nisak berharap, inovasi ini mampu menginspirasi guru lain dari berbagai mata pelajaran dan jenjang, mengingat sifatnya yang aplikatif.

“Selanjutnya, saya akan terus mengembangkan inovasi ini dalam konsep penerapan dan muatan di dalamnya dengan memasukkan teknologi yang semakin berkembang. Sehingga, menjadi paket yang unik dan menarik karena menggabungkan hal yang sederhana dengan kecanggihan teknologi,” tandas dia.

(*/wartaphoto).

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close