16
September
2026
Rabu - : WIB

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Lihat Potensi Nila Salin Pati Bisa Diekspor ke Jeddah

wartaphoto
2025/07/24 pada Berita, Nasional, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tb. Haeru Rahayu, menyatakan bahwa pihaknya bakal melakukan pendampingan terhadap pembudidaya nila salin di Kabupaten Pati agar hasil panennya semakin maksimal. Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke tambak budidaya nila salin yang ada di Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Kamis (24/7/2025).

“Saya sampaikan bahwa tanggal 30 Juli besok ada pelatihan untuk pembudidaya yang ada di sini. Seperti bagaimana membuat ikan menjadi jantan atau jantanisasi, maskulinisasi. Kami akan menugaskan staf dari balai tempat kami,” kata dia.

Usai pihaknya melakukan pendampingan, diharapkan agar ke depan nila salin dari Pati, khusunya dari Dororejo, bisa menembus ekspor.

“Lima tahun ke depan paling tidak ada nila salin dari Kabupaten Pati yang terbang menuju Jeddah, Saudi Arabia,” harap Haeru.

Adanya langkah strategis ini, Kepala Desa (Kades) Dororejo, Yuniatin, menyambutnya dengan antusias. Ia berharap dengan adanya pendampingan dari kementerian, budidaya nila salin yang ada di desanya bisa lebih maksimal.

“Dengan adanya bantuan atau kegiatan bisa masuk di Dororejo, harapan kami bisa  membawa kesejahteraan khusunya dalam  budidaya nila salin. Adanya pelatihan kami menyambutnya dengan antusias,” ucap dia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, menyebut jika hasil panen nila salin di Dororejo tergolong bagus, hanya saja perlu peningkatan dari sisi bisnis agar pembudidaya mendapatkan profit yang lebih besar.

“Di Kementerian Desa, kami sudah banyak membuat desa ekspor. Nah kami menjajaki (budidaya nila salin) ini supaya bisa diekspor ke negara lain, langsung dari desa ini. Jadi nanti BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) atau Kopdes (Koperasi Desa) bisa menjadi pelaku ekspor. Tapi itu ada syaratnya, contoh ukuran (ikan) mesti masuk, satu kilogram dua ekor atau tiga ekor. Sehingga ketika kita melakukan pengiriman standarisasinya bisa masuk,” kata dia saat berkunjung ke Dororejo Tayu.

Reporter : Putra

Fotografer : Arton
Editor : A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close