16
September
2026
Rabu - : WIB

Mi Jawa Bang Jhon Tayu, Tawarkan Perpaduan Cita Rasa Khas Solo dan Pesisir Pati Utara

wartaphoto
2025/08/30 pada Berita, Kuliner, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. TAYU – Bagi pecinta kuliner, pasti tidak asing lagi dengan menu rakyat bercita rasa gurih manis yang selalau ada di pinggir jalan seperti mi jawa hingga nasi goreng.

Kali ini Wartaphoto.net berkesampatan menjelajahi kuliner khas Solo yang ada di Pati Utara.

Mi Jawa Bang Jhon misalnya, kuliner khas Solo dengan cita rasa gurih manis ini diracik dengan resep warisan keluarga yang dimasak menggunakan anglo berbahan bakar arang kayu sehingga menambah aroma dan citarasa yang khas. Tentu cita rasa ini akan berbeda bila dimasak menggunakan kompor gas.

Sebagai informasi, anglo merupakan tungku yang terbuat dari tanah liat berbentuk cekung dengan beberapa lubang, biasanya berbahan bakar arang kayu.

Jono, pria yang akrab dipanggil Bang Jhon ini merupakan warga Kabupaten Grobogan Jawa Tengah yang mencoba keberuntungan untuk berdagang mi jawa, nasi goreng hingga mi godog di Kabupaten Pati, tepatnya di Desa Sambiroto Kecamatan Tayu.

Ia mengaku, harus melakukan penjajakan terlebih dahulu sebelum memilih Tayu sebagai wilayahnya untuk berdagang.

Ada tiga bumbu racikan yang pernah Bang Jhon coba di tayu, yakni bumbu khas Demak, Rembang hingga Solo. Pada akhirnya rempah-rempah dan resep khas Solo inilah yang sangat diminati oleh warga sekitar.

“nggih pertama kali kerjo nggih nderekaken sadean ngeten. Keahliane nggih panci teng mriki, sadean nasi goreng, mi jowo. ( Ya memang pertama kali kerja ya ikut jualan begini. Keahliannya memang di sini, jualan nasi goreng, mie jawa),” ungkap Bang Jhon pada wartaphoto.net, Sabtu (30/8/2025)

Melalui risetnya, Bang Jhon belum menemukan pedagang baik mi jawa atau pun nasi goreng yang dimasak menggunakan anglo berbahan bakar arang.

“Kan ada kenalan di sini, tak tanya-tanya memang belum ada yang jualan nasi goreng pakai anglo arang, akhirnya, ya, nekat ke sini jualan nasi goreng, mi goreng sama mi godog,” ungkapnya.

Syafiq , food vlogger asal Kecamatan Cluwak Pati, juga membagikan pengalamannya mencicipi masakan mi jawa Bang Jhon yang menurutnya penuh dengan cita rasa yang khas dan unik.

“Ini mi-nya itu kayak mi jadul gitu ya, mi kuning dulu itu kebanyakan kalau di desa-desa itu dipakai kalau pas ada orang punya gawe. Mi-nya mi jadul,” ungkapnya.

Menurutnya, perpaduan bumbu khas Solo yang kaya akan cita rasa manis ini akan memberikan pengalaman rasa yang unik dan berbeda bagi masyarakat Pati, terutama yang tinggal di wilayah pesisir seperti Tayu dan sekitarnya.

“Bumbunya berasa banget, gurihnya dari telur, manisnya dapet, gurihnya dapet, tekstur mi-nya itu nggak lembek juga nggak keras, jadinya pas gitu,” ulasnya.

Dengan merogoh kocek Rp14 ribu, pembeli sudah bisa menikmati satu porsi mi jawa otentik lengkap dengan kekian, sayuran, serta dua tusuk sate daging ayam yang dipanggang dengan kecap.

Berlokasi di sebelah timur pasar Tayu tepatnya sebelah Selatan pertigaan Desa Sambiroto, Bang Jhon menjajakan dagangannya mulai pukul 5 sore hari hingga pukul 12 malam.

Reporter : Dimas
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close