
WARTAPHOTO.NET. SUKOLILO – Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Sukolilo (Forkomas) mengadakan tahlil dan doa bersama untuk mendoakan Almarhum Damas Adi Prasetyo, di lapangan Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Rabu (3/9/2025) malam.
Koordinator Lapangan (Korlap) Forkomas, Selamet Riyanto mengatakan, di tempat inilah Damas menjadi korban pembunuhan oleh sekelompok orang. Tepatnya pada tahun 2024 lalu.
“Acara malam ini doa bersama dan mengenang wafatnya Almarhum Damas Adi Prasetyo di Lapangan Kedungwinong, tepatnya di lokasi parkir pasar malam. Damas meninggal karena pengeroyokan yang dilakukan para oknum tukang parkir yang sampai saat ini baru dua orang yang ketangkap dan lainnya kabur,” kata dia usai doa bersama.
Pihaknya berharap, aparat kepolisian segera menangkap para pelaku. Mengingat kejadian pembunuhan itu telah terjadi pada tahun lalu.
“Harapan masyarakat meminta supaya aparat kepolisian sat set bekerja keras terkait kasus pembunuhan Almarhum Damas. Jadi selama satu tahun ini kinerja aparat kepolisian kurang sat set. Apa ini yang dinamakan hukum tajam bila ke bawah, tumpul bila ke atas?. Karena ini korban dari masyarakat bawah, jadi sangat kasihan. Kami ada rasa kepedulian dalam mengawal kasus ini sampai semua pelaku tertangkap,” ungkap Selamet.
Sebagaimana diketahui, Damas bersama seorang kawannya, Helmi Saputra (23), ditemukan terkapar bersimbah darah di lapangan Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Kamis 12 September 2024 malam. Tepatnya di area parkir wahana pasar malam yang sedang berlangsung.
Keduanya diduga menjadi korban pengeroyokan. Damas pada akhirnya tewas meski sempat dilarikan ke Puskesmas Sukolilo. Sementara Helmi terselamatkan meski mengalami luka bacok.
Dari total 11 orang terduga pelaku, polisi telah menangkap dua pelaku utama dan menetapkan mereka sebagai tersangka.
Mereka ialah pria berinisial IW (20) yang ditangkap di Jakarta, dan AS (23) yang ditangkap di Palembang. Keduanya merupakan warga Sukolilo.
Reporter : Ragil Kuswanto
Editor : A. Muhammad