
WARTAPHOTO.net PATI – Rumah Sakit Islam (RSI) Pati bekerja sama dengan PT Sampurna Kuningan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan dan warga sekitar. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya RSI untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Sedikitnya 115 peserta mengikuti pemeriksaan tersebut. Pemilik PT Sampurna Kuningan Juwana, Supar, mengapresiasi langkah RSI yang turun langsung ke perusahaan.
“Ini bentuk kepedulian kepada karyawan. Semoga kerja sama ini berlanjut dan menginspirasi perusahaan lain,” ujarnya.
Dokter umum RSI Pati, dr. Galih Dwi Indrianto, menjelaskan, selain pemeriksaan kesehatan, pihaknya juga memberikan edukasi kepada peserta. Jika ditemukan penyakit yang memerlukan penanganan lanjutan, pasien akan diarahkan ke dokter spesialis.
“Screening dini penting agar masyarakat tahu kondisi kesehatannya lebih awal. Pencegahan tentu lebih baik,” katanya.

Layanan cek kesehatan gratis dari RSI Pati
Galih menambahkan, keluhan yang paling banyak ditemukan meliputi diabetes, kolesterol, asam urat, dan nyeri pinggang.
“Nyeri pinggang sering terjadi akibat posisi mengangkat barang yang salah. Karena itu, kami juga mengedukasi cara membawa barang yang aman agar tidak berdampak ke tulang belakang,” imbuhnya.
Konsultan RSI Pati, dr. Suharsi, menyebut kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan upaya membangun sinergi antara rumah sakit dan perusahaan.
“Kami ingin memperluas jejaring kolaborasi dengan pihak yang peduli terhadap kesehatan komunitasnya. Salah satunya melalui PT Sampurna Kuningan,” ujar dr. Suharsi.
Direktur RSI Pati, Bunari, menuturkan pihaknya kini gencar memperluas program medical check up (MCU) dengan menggandeng berbagai perusahaan, tidak hanya di wilayah Karesidenan Pati, tetapi juga hingga Solo dan Jawa Timur.
“RSI juga telah bekerja sama dengan Persipa Pati, Universitas Safin, LPK Korea dan Jepang, serta sejumlah perusahaan lainnya,” jelasnya.
Selain itu, RSI Pati telah meluncurkan program satelit layanan kesehatan, berupa klinik di berbagai lokasi, termasuk di pesantren.
“Jika ada kasus yang tidak bisa ditangani di klinik, akan langsung dirujuk ke RSI Pati,” ujarnya.
Menurut Bunari, langkah jemput bola ini memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan. “Ini bentuk sinergi yang baik antara rumah sakit dan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Arton
Editor: Revan Zaen